SIAK, datariau.com - Warga Dusun Seroja Kampung Rempak Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak bernama Muhammad Soleh (69 tahun) menarik perhatian Ketua Dekranasda Kabupaten Siak Hj Rasidah Alfedri ditemani rombongan beserta Camat Sabak Auh dan Penghulu.
Pasalnya kakek usia 69 tahun ini mengalami kebutaan sejak dia lahir dan hidup sebatang kara di rumah tang berukuran kecil terletak di pinggir jalan Dusun Seroja. Meski buta, dia masih dapat beraktifitas seperti biasa, memasak, mencuci dan lain sebagainya.
Dengan kehidupan yang di jalaninya saat ini hidupnya pun dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak Provinsi Riau, Jumat (28/2/2020).
"Saya pribadi merasa tersentuh mendengar kisah Bapak Soleh juga warga di kampung ini. Setelah dapat informasi dari Penghulu setempat, kami langsung mengunjungi warga yang membutuhkannga bantuan saat ini," kata Rasidah.
Selain Dekranasda Kabupaten Siak para pengurus juga turut menyumbangkan bantuan yang dibutuhkan Muhammad Soleh (69 tahun) dan berharap masyarakat yang mampu dapat menyisihkan sedikit rezekinya bagi tetangga yang kurang beruntung saat ini.
"Semoga dengan kunjungan kami ini dapat memberikan dorongan semangat bagi warga kurang mampu untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh semangat," harapnya.
Sementara Penghulu Kampung Rempak Salman Alfarisi menyampaikan ucapan terimakasihnya atas bantuan dari Dekranasda Kabupaten Siak kepada warga miskin yang terdapat di kampungnya saat ini.
"Saya atas nama warga Kampung Rempak mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Siak yang telah memberikan bantuan kepada kami," ucapnya.
Ana salah seorang warga Sungai Apit keturunan Tionghoa tersentuh atas kegiatan yang terus dilakukan Dekranasda Siak. Menurutnya sangat bagus, karena dapat membantu masyarakat yang kurang mampu.
Hal ini juga dapat menjadi motivasi bagi ibu ibu atau organisasi lain untuk dapat melakukan hal yang serupa. "Semoga dengan kegiatan ini dapat membuka peluang bagi donatur lain dan dapat bergabung turut meringankan beban masyarakat kurang mampu serta menjadi keberkahan buat semua," ujar ibu dua anak tersebut.
Ana juga merasa terpanggil untuk dapat memberikan bantuan kepada warga kurang mampu di Kampung Rempak saat ini. Pasalnya, dia pernah turut merasakan jika dalam keadaan serba kekurangan.
"Saya juga pernah berada di titik terendah, dimana anak pertama saya sampai kehabisan susu karena tak dapat stok susu di rumah. Sekarang kehidupan saya sedikit lebih baik dan punya sedikit rezeki untuk dibagikan kepada sesama," imbuhnya.
Dengan membantu orang lain, tentunya ini tidak terlepas dari titipan Tuhan Yang Maha Esa. "Tidak semua orang dapat peduli dan membantu sesama, meski mereka orang itu mampu, semua kembali kepada hati kita," pungkasnya.(Eman)