Bupati Kampar Ajak Forkopimda Atasi Pekat

Bambang
159 view
 Bupati Kampar Ajak Forkopimda Atasi Pekat
Ist
Bupati Kampar menggelar rapat mengatasi Pekat bersama Forkopimda

BANGKINANG, datariau.com - Terkait makin maraknya penyakit masyarakat (pekat) yang cukup meresahkan, Bupati Kampar Catur Sugeng mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengatasinya. 

Supaya terkoordinasi bupati mengajak meraka rapat diaula rapat Kantor Bupati lantai III, Senin (30/9/2019). Diantara Forkopimda Kampar yang hadir adalah Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Sehendri, Kodim Kampar yang diwakili Wadandim Gunawan, Kapolres Kampar yang diwakili Kasi Ops Polres Kampar Lilik Suryanto, kepala Satpol - PP Kampar, instansi terkait dan para kepala OPD dilingkungan Pemkab Kampar, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri dan kepala Desa Tanjung Alai Zulpan Alwi.

Dikatakan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto jika telah diingatkan dan masih membandel kita "ratakan" saja. "Tidak hanya di XIII koto Kampar, Tapung Raya, Bangkinang, namun di seluruh wilayah Kabupaten Kampar. Saya sering mendapat laporan dari masyarakat terkait pekat. Dan ini sudah meresahkan terutama bagi masyarakat yang rentan terhadap Pekat ini," tambahnya lagi.

Hal semacam ini tentu tidak sesuai dengan Kampar sebagai negeri Serambi Mekkah, tindak bagi mereka yang membandel.

"Jika telah diingatkan jalan yang akan digunakan persuasif, upaya dan pernyataan telah dilakukan, maka selanjutnya tergantung dari kita bagaimana tindak lanjutnya. Hasil pertemuan ini akan kita tindak lanjuti, sehingga penyakit masyarakat hilang dari bumi Serambi Mekkah. Dan ini berlaku bagi seluruh wilayah di Kabupaten Kampar, kami mohon bantuan dan  dukungan Forkopimda," ucapnya.

Sementara itu, Kajari Kampar Suhendri dalam arahannya menyampaikan agar dapat di lihat objek yang akan ditertibkan. Terutama sasarannya bagi pemilik dan penyedia tempat mari kita pelajari dan di realisasikan dalam penegakan Perda.

Setelah di bongkar, dapat dimanfaatkan bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, bisa dimanfaatkan sebagai res area, kuliner, yang penting ekonomi masyarakat dapat berjalan.

Ia berharap tim yang turun bukan saja Satpol PP,  hendaknya juga hadir dari dinas yang dapat memberikan solusi bagi mereka seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial. "Semoga kita dapat menegakkan Perda dengan sanksi denda dan pidana," tambahnya lagi.  

Kompol Lilik Surianto, Kabag ops Polres Kampar, berpendapat ada dua tipiring, refresif dengan pembongkaran paksa. Jika kita lakukan dan dilaksanakan sesuai dengan SOP, dari kepolisian siap mendukung dalam hal pengamanan. "Setelah ditertibkan agar dapat memanfaatkan lokasi yang telah dibongkar agar tidak dibangun kembali," ucapnya.

Sementara itu Kasatpol PP Kampar Nurbit  mengatakandalam menertibkan pekat berdasarkan Perda nomor 08 tahun 2017 tentang ketentraman dan ketertiban umum. Oleh sebab itu melalui forum ini pihaknhya meminta solusi agar pekat di Kampar dapat di kurangi, terutama sesuai dengan laporan masyarakat di Kelok Indah Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar.

Begitu juga dengan Sambutan Forkopimda lainnya seperti Kapolres Kampar yang diwakili oleh Lirik Suryanto sangat mendukung terhadap pemberantasan Pekat di Kabupaten Kampar, sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Bupati Kampar.

Wakil Dandim Kampar Gunawan mengaku pihaknya siap membantun pengamanan bila di lakukan penertiban terhadap lokasi - lokasi yang akan kita tertibkan.

Kemudian, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri menyampaikan pekat ini telah menjadi kerisauan Masyarakat, dan telah beberapa kali diingatkan bahkan menjumpai langsung, namun ini terus bangkit bahkan seakan ada kucing - kucingan. (das)

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: bambang
Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)