Aminullah Jadi Pembicara di Elshinta Jakarta

Berbagi Best Practice dan Promosi Banda Aceh ke Seantero Nusantara
Mahdi Andela
66 view
Aminullah Jadi Pembicara di Elshinta Jakarta

Jakarta - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memenuhi undangan Radio Elshinta Jakarta untuk tampil dalam program wawancara eksklusif “Wali Kota Menjawab”, Jumat 11 Desember 2020.

Dipandu penyiar kawakan Asrofi, Wali Kota Aminullah berbagi best practice pemerintahannya selama tiga tahun terakhir, sekaligus mempromosikan pariwisata Banda Aceh ke seantero nusantara.

Dalam durasi 45 menit, Aminullah memaparkan soal Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2020 yang baru diraihnya, penanganan Covid-19, hingga destinasi wisata unggulan Banda Aceh.

Sedari menjabat sebagai wali kota, kata Aminullah, dirinya bertekad dan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran media massa, termasuk lembaga penyiaran radio.

“Dan alhamdulillah inovasi program ‘Wali Kota Menjawab’ dan ‘Banda Aceh Traffic Update’ yang disiarkan langsung via radio menjadi indikator utama penilaian Anugerah KPI tahun ini,” kata wali kota peraih apresiasi tertinggi dari KPI tersebut.

Mengenai penanganan pandemi Covid-19, ia mengungkapkan progres yang menggembirakan. “Angka kesembuhan Covid-19 di Banda Aceh saat ini telah mencapai 94,2 persen. Jauh melampui rata-rata provinsi (83,4 persen), nasional (83,4), dan bahkan global (69 persen).”

“Sementara pasien dalam perawatan tinggal 47 orang. Pasien meninggal juga tidak ada penambahan, yakni 78 orang sejak awal pandemi. Kami pun menargetkan dapat kembali ke zona hijau Covid-19 pada akhir tahun ini,” ungkapnya lagi.

Pada sesi terakhir, Aminullah mempromosikan Banda Aceh dengan destinasi utamanya, yakni wisata religi dan wisata kuliner. “Masjid Raya Baiturrahman menjadi ikon wisata religi yang didukung dengan lantunan zikir dan suasana islami di seantero kota.”

“Kalau kuliner Banda Aceh itu cuma ada tiga rasa alias 3E: enak, enak sekali, dan enaaak sekali. Kopinya, paling mantap di dunia. Ngopi di Banda Aceh punya jargon ‘secangkir kopi sejuta cerita’. Segala permasalahan bisa diselesaikan di warkop,” ujarnya seraya mengundang seluruh masyarakat Indonesia dan mancanegara untuk datang berkunjung ke kota paling barat Sumatra. (Jun/MA)

Penulis
: Hafid Junaidi
Editor
: Mahdi Andela
Sumber
: Datariau.com
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com