Mantan Karyawan Advertising Ini Beberkan Kecurangan IMB Tiang Reklame Bosnya

1.469 view
Mantan Karyawan Advertising Ini Beberkan Kecurangan IMB Tiang Reklame Bosnya
Tiang reklame ditertibkan. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Mantan karyawan reklame di Pekanbaru mengaku selama bekerja di perusahaan advertising tersebut, dirinya mendapat perlakuan tak baik. Dimana, bos karyawan tersebut menggunakan namanya untuk izin mendirikan bangunan tiang reklame.

Kepada wartawan, mantan karyawan reklame yang minta namanya disamarkan -Irwan- demi keamanan, Rabu (1/10/2014), mengungkapkan, bahwa bos tempat ia bekerja dulu memanfaatkan nama karyaan untuk perizinan tiang reklame. Tentu hal itu dilakukan agar menghindari nama pengusaha reklame terdaftar, karena suatu saat reklame tersebut ketika melakukan pelanggaran, maka yang kena getahnya adalah Irwan tersebut.

"Mantan bos saya itu memaksa saya memberikan KTP dan menandatangani izin reklamenya. Sehingga tiang reklame itu atas nama saya. Kalau ada pelanggaran maka saya yang berurusan," kata Irwan.

Bahkan, mantan karyawan ini juga mengaku KTP elektronik miliknya hilang akibat digunakan bosnya itu untuk perizinan tiang reklame. "Sekarang saya cemas, karena reklame itu atas nama saya. Kalau mantan bos saya nanti bermasalah dalam reklame maka saya pun kena. Harusnya kan izin reklame itu atas nama pemilik, bukan nama orang lain kayak gini," tuturnya.

Wartawan mencoba memastikan, apakah benar kata mantan karyawan advertising ini, apakah bisa dibuktikan, maka Irwan memastikan di Dinas Tata Kota, pasti ada namanya sebagai pemilik reklame. "Kalau tidak percaya, cek izin reklame yang sudah dibuat. Pasti ada nama yang bukan si pemiliknya. Saya nggak bohong. Buat apa saya bohong," katanya meyakinkan wartawan.

Mengetahui hal ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri, saat dikonfirmasi wartawan, meminta agar instansi terkait melakukan pengecekkan. Jika memang pemilik reklame menggunakan nama orang lain maka perlu diusut apa motifnya.

"Kita harapkan agar dicek kebenarannya. Kenapa pengusaha itu melakukan hal tersebut," pungkasnya singkat. (*)





JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)