Penelitian

Iplementasi Pembelajaran IPS dalam Membentuk Karakter Siswa SD

Oleh: Melsya Putri Yuliandra
datariau.com
1.173 view
Iplementasi Pembelajaran IPS dalam Membentuk Karakter Siswa SD

Abstrak

Pendididkan karakter sangat penting di terapkan dalam proses pembelajaran, selama pembelajaran berlangsung pendidikan karakter lah yang berperan besar dalam penanaman nilai-nilai karakter siswa. Nilai karakter siswa inilah dapat dikembangkan melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Globalisasi memiliki dampak negative maupun positif bagi seorang individu. Dampak negatif globalisasi bagi siswa membuat luntur nilai- nilai karakter yang ada pada diri siswa. Banyak sekali siswa yang memiliki karakter bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat seperti merokok, pergaulan bebas, mabuk, tawuran antar pelajar dan lain sebagainya. Hal tersebut sangat bertentangan dengan nilai karakter bangsa Indonesia. Maka dari itu pembelajaran IPS menjadi selaras dengan nilai karakter, jika pembelajaran IPS tidak dibersamai dengan nilai karakter maka akan banyak nilai aspek yang hilang dari peserta didik. Kegiatan pembelajaran terpadu akan menjadi tonggak yang kuat dalam penanaman nilai-nilai karakter peserta didik apabila pendidik mampu merealisasikan pembelajaran tersebut dengan baik.

Kata Kunci: Pendidkan Karakter, Pembelajaran Karakter, Pembelajaran IPS SD


Abstract

Character education is very important to apply in the learning process, during learning it is character education that plays a big role in the cultivation of students' character values. It is this student's character value that can be developed through the learning of Social Sciences (IPS). Globalization has both negative and positive effects on individuals. Many students have characters contrary to the norms that exist in society such as smoking, promiscuity, drunkenness, quarrels between students and so on. This is very contrary to the values of the character of the Indonesian nation. Therefore, IPS learning becomes aligned with character values, if IPS learning is not combined with character values, many aspects of value will be lost from learners. Integrated learning activities will be a strong milestone in the cultivation of students' character values if the educator is able to realize the learning well.

Keywords: Character Education, Character Learning, Social Science Learning Elementary School


PENDAHULUAN


Tujuan pendidikan, menurut Foerstrer (1869- 1966), adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial antara si subjek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. pendidikan karakter merupakan proses pembentukan jati diri, kepribadian, dan watak yang melekat pada diri seseorang kearah yang lebih baik.(Maria Oktaviani and Marini, no date). Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam membentuk warga negara yang baik, maka pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (social studies), sangatlah penting pada jenjang pendidikan dasar dimana pendidikan dasar merupakan peletakan dasar/fondasi pemahaman dan keilmuan tentang bagaimana hidup bersosial karena di sekolah siswa yang datang dari lingkungan yang berbeda-beda, sisi lain dari itu juga bahwa kepedulian terhadap lingkungan sosial atau memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sosial itu bagian dari pada nilai- nilai pendidikan karakter bangsa. Penguatan pendidikan karakter di era saat ini merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan mengingat banyaknya peristiwa yang menunjukan terjadinya krisis moral baik dikalangan anak-anak, remaja, maupun orang tua, di sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu, penguatan dan pemahaman tentang pendidikan karakter perlu dilaksanakan dan diimplementasikan mulai dari lingkungan, keluarga, sekolah dan bahkan dalam masyarakat luas. Menurut Lickona (2015) pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitve), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Jadi pendidikan karakter tanpa melibatkan ketiga aspek ini pendidikan karakter tidak akan efektif sesuai dengan cita-cita bangsa.(Miftakhu Rosyad , 2018). Menurut Budimansyah (2010) karakter yang dimiliki bangsa Indonesia menjiwai sila Pancasila dengan utuh bisa diuraikan sebagai berikut. a. Berke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Hal ini diartikan bahwa perasaan sadar akan iman maupun ketaqwaan untuk karakter masing- masing individu. Karakter yang mencerminkan sila ke satu yaitu sikap untuk saling menghargai maupun bekerjasama antar umat beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing- masing. Sehingga tidak ada sikap saling memaksakan kepercayaan pada orang lain. b. Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradap. Karakter yang dapat diterapkan dari cerminan sila ke dua yaitu sikap untuk menjunjung tinggi keadilan maupun adap. Hal itu dapat diwujudkan dengan karakter seseorang terhadap pengakuan persamaan derajat, hak, maupun kewajiban dalam berbagai lingkup. Selain itu, pembiasaan yang dapat diterapkan pada peserta didik yaitu perasaan suka dalam melakukan berbagai tindakan kemanusiaan den menanamkan sikap saling menghargai maupun menghormati. c. Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Karakter yang tercermin yaitu sikap persatuan maupun kesatuan seperti mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Selain itu, adaya sikap menjunjung tinggi bangsa Indonesia. d. Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan HAM. Karakter yang mencerminkan yaitu sikap individu yang dapat bermusyawarah agar tercapainya mufakat dalam pengambilan keputusan bersama. Sikap mengambil keputusan secara moral berani bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun nilai kebenaran dan keadilan yang ada. e. Mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan. Karakter keadilan sosial pada setiap individu dengan adanya sikap saling gotong royong, sikap adil dalam berbagai situasi dan kondisi, Karakter yang tercermin dari pancasila diharapkan mampu tertanam dalam diri peserta didik dengan adanya pendidikan karakter dalam pembelajaran. Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi pembelajaran. Pengintegrasian pendidikan karakter dalam tahap perencanaan pembelajaran diaali dengan penganalisisan Kompetensi Dasar, silabus, maupun pembuatan RPP beserta media pembelajarannya. Hal itu dilakukan agar dapat mengembangkan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran IPS. Proses penyusunan RPP harus menggunakan metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa agar tercapainya pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter yang telah direncanakan. Pemilihan model pembelajaran kontekstual yang aktif diharapkan lebih efektif dala pengembangan karakter siswa. maupun sikap saling menghargai orang lain Penguatan pendidikan karakter di era saat ini merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan mengingat banyaknya peristiwa yang menunjukan terjadinya krisis moral baik dikalangan anak- anak, remaja, maupun orang tua, di sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu, penguatan dan pemahaman tentang pendidikan karakter perlu dilaksanakan dan diimplementasikan mulai dari lingkungan, keluarga, sekolah dan bahkan dalam masyarakat luas. Nilai-nilai pendidikan karakter yang di maksud adalah yang bersumber dari agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional, yaitu: (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial, dan (18) tanggung jawab(Hermanto, Japar and Utomo, 2019). Pengembangan nilai karakter terbatas pada silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tetapi guru harus memberikan lebih banyak perhatian pada materi pembelajaran. Pendidikan karakter adalah sebuah proses panjang untuk dapat menanamkan nilai-nilai keindonesiaan pada setiap pribadi. Pembelajaran IPS merupakan mata pembelajaran yang di dalamnya mengajarkan para peserta didik menjadi warga negara yang baik dengan memiliki ilmu pengetahuan, kepedulian terhadap sosial dan memiliki keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat dan juga negara. Di mata pelajaran IPS ini dapat ditanamkannya pendidikan karakter, karena dengan mata pelajaran IPS guru dapat mewujudkan terciptanya perilaku peserta didik yang diinginkan. Pembelajaran IPS ini adalah sebuah kegiatan untuk mengubah karakteristik siswa sebelum belajar IPS menjadi siswa yang mampu mempunyai karakteristik setelah mempelajari IPS.(Syaumi et al., no date) . Melalui pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial dapat diterapkan nilai-nilai yang ada dalam pendidikan karakter pada kehidupan sosial, selain itu juga dapat diterapkan nilai-nilai kearifan lokal, karena sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat bertanggung jawab terhadap masyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, pada pembelajaran IPS terdapat unsur-unsur nilai yang harus ditanamkan kepada peserta didik. Menurut Sumaatmadja dalam Afandi (2011:96) nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam pembelajaran IPS adalah nilai Ke- Tuhanan, nilai edukatif, nilai praktis, nilai filsafat dan nilai teoritis. Nilai-nilai dalam pembelajaran IPS tersebut sangat sesuai dengan nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter serta keraarifan lokal yang dimiliki, sehingga melalui pembelajaran IPS seorang guru harus bisa menanamkan unsur-unsur tersebut melalui pembelajaran IPS.(Novilasari, 2018). Menurut Afandi (2011:96) tujuan mata pelajaran IPS di SD/MI ditetapkan sebagai berikut: 1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global. Untuk menghadapi perkembangan zaman yang sangat pesat, pada peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai nasionalisme. Penanaman nilai-nilai nasionalisme ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki rasa cinta terhadap budaya lokal sehingga tidak terkikis dengan kuatnya perkembangan globalisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya lokal yaitu dengan pendidikan di Sekolah Dasar, guru dapat mengintegrasikan nilainilai kearifan lokal dalam pembelajaran dengan kreatif sehingga peserta didik antusias dalam menerima materi. Dalam pengintegrasian ini tentunya harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, perkembangan peserta didik, dan juga metode yang digunakan. Melalui pembelajaran IPS diharapkan dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami bangsa indonesia saat ini, IPS sebagai bidang studi dalam pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat, bangsa dan negara sehingga dapat mengimplementasikan nilai- nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter(Fahrurrozi, no date). Pada akhirnya peran kritis yang diemban IPS untuk membentuk warga negara yang baik dapat terwujud. Sehingga pembelajaran IPS harus dirancang dan diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut(Kanji, 2019)

METODE


Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif melihat fenomena dari aspek non materi, dibalik yang tampak, kajian makna sebagai sesuatu yang holistic(Wekke, 2019). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas 4 di SD Negeri 01 Lubuk Dalam.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Guru memainkan peran penting dan penting dalam mendukung proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Keberhasilan siswa dalam menerima transformasi pengetahuan baik dalam pendidikan di kelas maupun di luar kelas. Guru kemudian dapat menawarkan berbagai cara kepada siswa untuk membuat keputusan dan menetapkan tujuan, salah satunya adalah pembentukan karakter siswa. Salah satu keberhasilan guru dan siswa dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah adalah peningkatan pengetahuan tentang pendidikan sosial. Menurut Lickona (2015) karakter dikembangkan melalui tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan kebiasaan (habit). Ilmu pengetahuan sosial membutuhkan pelaksanaan, kebiasaan, dan pengetahuan untuk menentukan karakter siswa. Pendidikan karakter tercapai dengan harapan: semakin besar kepedulian sosial siswa, semakin besar potensi penerapan pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di sekolah tersebut bahwa implementasi pembelajaran IPS yang dilaksanakan di SD Negeri 01 Lubuk Dalam berjalan dengan baik, ditemukan nilai karakter yang mulai diterapkan dalam proses pembelajaran IPS berlangsung yaitu, dapat dipercaya, disiplin, tekun, kerja keras dan kerjasama. Karena proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial itu penting diterapkan di sekolah dasar sebagai pembentukan karakter dasar para siswa yang akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan menurut Oktapiani & Rustini (2013: 122) tujuan pendidikan IPS dapat dikelompokan kedalam tiga aspek, yaitu: pengembangan kemampuan intelektual siswa, pengembangan kemampuan dan rasa tanggung jawab sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta pengembangan diri siswa sebagai pribadi. Sekolah ini menerapkan pembelajaran pendidikan karakter melalui pendekatan proses belajar siswa secara aktif yang berpusat pada anak. Pendekatan ini diterapkan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Mengembangkan prinsip-prinsip tertentu Kegiatan belajar yang biasa dilakukan oleh guru dapat membantu siswa menunjukkan kualitas seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan cinta membaca. Proses pengkondisian diperlukan agar siswa dapat menunjukkan perilaku yang mendukung nilai-nilai lain, seperti rasa ingin tahu, kreatif, peduli sosial, dan peduli lingkungan. Guru kemudian memberikan tugas rumah kepada siswa untuk menunjukkan peran dan tanggung jawab mereka sebagai siswa. Kegiatan sekolah, misalnya, dapat dimasukkan ke dalam program sekolah, seperti lomba lagu bertema antar kelas. Belajar IPS untuk siswa SD pada dasarnya bertujuan untuk membuat siswa mampu memahami kehidupan sosial yang ada di lingkungannya. Karena pentingnya makna pembelajaran IPS, maka diharapkan hasil belajar IPS harus mampu diraih secara optimal oleh siswa. Pendidikan IPS tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan semata, tetapi harus berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, sikap, dan kecakapan-kecakapan dasar siswa yang berpijak pada kenyataan kehidupan sosial kemasyarakatan seharihari dan memenuhi kebutuhan bagi kehidupan sosial siswa dimasyarakat (Ratnadewi, 2018).

KESIMPULAN


Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD Negeri 01 Lubuk Dalam telah melaksanakan dengan baik pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dalam membentuk karakter siswa dan melaksanakan pendidikan karakter dan atau menerapkan pendidikan karakter budaya dan bangsa dengan memperhatikan karakter budaya daerah setempat. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran berbasis pendidikan karakter, peserta didik mempraktikan semua nilai karakter yang telah direncanakan sebelumnya. Pada tahap pelaksanaan ini terdapat tiga bagian kegiatan yaitu pendahuluan, inti, dan kegiatan penutup pembelajaran. Selama proses berlangsung guru harus berperilaku sebagai contoh pelaksanaan nilai karakter untuk peserta didik. Evaluasi dalam pembelajaran dapat berisi tugas penguatan untuk peserta didik agar diketahui tingkat kompetensi atau pemahaman setelah proses pembelajaran berlangsung. Adanya evaluasi diharapkan juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter.

DAFTAR PUSTAKA


Fahrurrozi, M. (no date) Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Ips Di Sekolah Dasar Lombok Timur.

Hermanto, H., Japar, M. and Utomo, E. (2019) ‘IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR’,

AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 6(1), p. 1. Available at: https://doi.org/10.24252/auladuna.v6i1a1.20 19.

Kanji, H. et al. (2019) ‘MODEL INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR’,

JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 5(2), pp. 104-115. Available at: https://doi.org/10.31932/jpdp.v5i2.458.

Maria Oktaviani, A. and Marini, A. (no date) PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN IPS SD.

Miftakhu Rosyad, A. et al. (2018) ‘SMP N2 Juntinyuat 2 Universitas Negeri Yogyakarta THE ACTUALIZATION OF CHARACTER EDUCATION BASED ON SCHOOL CULTURE IN SOCIAL STUDIES LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOL’, Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 5(1), pp. 79-92. Available at: http://journal.uny.ac.id/index.php/hsjpi.

Novilasari, S. (2018) PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR. Available at: http://semnasfis.unimed.ac.id2549-435X.

Syaumi, I.K. et al. (no date) ‘Implementasi Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran IPS di SD’.

Wekke, I.S. (2019) METODE PENELITIAN SOSIAL.


* Penulis merupakan Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Riau

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)