Penelitian

Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran IPS

Oleh: Ayu Agustina
datariau.com
1.012 view
Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran IPS

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Discovery learning dalam peningkatan keaktifan peserta didik. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas 4 di SD Negeri 01 Lubuk Dalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi beberapa tahap termasik mengumpulkan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam proses pembelajaran peserta didik cenderung bosan dan tidak tertarik pada proses pembelajaran yang dilakukan karena model pembelajaran yang digunakan bersifat satu arah atau berpusat pada guru. Karena hal tersebut, penelitian ini diadakan agar peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran juga menjadi hal penting dalam hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran Discovery Learning terdiri dari beberapa tahap berupa fase stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktifan dan menarik kesimpulan.

Kata Kunci: Discovery Learning, Pembelajaran IPS


Abstract


This study aims to describe the use of the Discovery learning model in increasing the liveliness of learners. This research is in the form of qualitative descriptive research. The subject of this study was a 4th grade student at SD Negeri 01 Lubuk Dalam. The data collection techniques used are observation and interview. Data analysis techniques used include several stages including collecting data, presenting data and drawing conclusions. In the learning process learners tend to be bored and disinterested in the learning process being carried out because the learning model used is unidirectional or teacher-centered. Because of this, the study was held in order for learners to become more active in the learning process. Learners' liveliness in the learning process is also important in learners' learning outcomes. The Discovery Learning model consists of several stages in the form of stimulation phases, problem identification, data collection, data processing, proving and drawing conclusions.

PENDAHULUAN


Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu muatan pelajaran yang diajarkan mulai jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. IPS merupakan ilmu yang mengkaji, mempelajari, menelaah, serta menganalisis realita kondisi social yang ada dilingkungan siswa untuk membangun serta merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang secara terus menerus dan nantinya melahirkan warga negara yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya[1]. Di masa yang akan datang, siswa akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan terus-menerus.

Terdapat beberapa model pembelajaran student center yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS. Dalam buku Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah terdapat penjelasan mengenai model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Discovery Learning (DL). Pada penelitian ini peneliti akan fokus pada model pembelajaran Discovery Learning. Model pembelajaran Discovery Learning adalah suatu model pembelajarn untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, sehingga hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan [2]. Model Discovery Learning merupakan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung dan pentingnya pemahaman struktur atau ide-ide penting terhadap suatu disiplin ilmu, melalui keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran [3]. Sardiman [3] juga mengungkapkan bahwa dalam mengaplikasikan model Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar peserta didik sesuai dengan tujuan. Berdasarkan beberapa kutipan yang diambil, peneliti menyimpulkan Discovery Learning adalah model pembelajaran yang bersifat student center dimana peserta didik berperan aktif dalam menyelidiki dan menemukan konsep dari materi pembelajaran IPS sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Discovery Learning memiliki beberapa fase dalam pelaksanaannya [3]. Fase pertama yaitu stimulation (stimulasi), dimana pada tahap ini peserta didik dihadapkan pada suatu permasalahan kemudian dilanjutkan untuk tidak diberikan generalisasi sehingga timbul keinginan untuk menyelidiki. Guru dapat memulai dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku dan cara belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Fase kedua yaitu problem statement (identifikasi masalah), dimana peserta didik mengidentifikasi masalah yang relevan kemudian dirumuskan dalam bentuk hipotesis. Fase ketiga yaitu data collection (pengumpulan data), dimana peserta didik mengumpulkan berbagai informasi yang relevan melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara atau melakukan uji coba sendiri untuk menjawab pertanyaan atau benar tidaknya hipotesis. Fase keempat adalah data processing (pengolahan data), dimana peserta didik mengolah data dan informasi yang telah diperoleh peserta didik menjadi sebuah generalisasi sehingga pesrta didik akan mendapatkan pengetahuan baru. Fase ke lima adalah verification (pembuktian), dimana peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dihubungkan dengan hasil pengolahan data. Fase terakhir adalah generalization (menarik kesimpulan), dimana peserta didik dapat menyimpulkan mengenai prinsip umum yang didapat dalam pembelajaran dengan memperhatikan hasil verifikasi. Model discovery learning menitik beratkan pada peran aktif siswa dalam pembelajaran, sedangkan guru sebagai fasilitator atau membantu siswa menemukan dan mengonstruksikan pengetahuan yang dipelajari[1]. Discovery learning mengajak siswa untuk menggunakan kemampuannya secara maksimal dalam mencari dan menemukan sesuatu, baik itu berupa benda, Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa SD manusia, maupun peristiwa secara sistematis, logis, kritis, dan analitis yang kemudian dapat dirumuskan sendiri oleh siswa dengan penuh percaya diri [1]Sependapat dengan hal tersebut[1]menyatakan bahwa model discovery learning merupakan proses pembelajaran yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan dan menciptakan suasana pembelajaran baru yang dapat membuat peserta didik belajar aktif untuk menemukan pengetahuan sendiri sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model discovery learning adalah model pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam menemukan pengetahuan yang dipelajari dengan kemampuannya sendiri secara maksimal. Model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri siswa untuk berperan menghadapi masalah-masalah yang diambil dari materi pembelajaran, sehingga lebih mudah dipahami dan lebih lama diingat siswa yang dapat mendukung peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa[1] Penerapan model discovery learning ini perlu dilengkapi dengan sebuah media pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran semakin menarik. Media pembelajaran yang digunakan, yaitu powerpoint yang berperan penting dalam menyampaikan materi pembelajaran bagi siswa. Microsoft powerpoint merupakan salah satu program untuk membuat presentasi dengan fasilitas yang ada dan dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran[1]. Powerpoint memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyajikan sebuah materi presentasi karena dapat mengolah teks, gambar, warna, tampilan, dan animasi-animasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Keunggulan penggunaan media power point adalah dapat membuat penyampaian materi pembelajaran menjadi semakin menarik dan dapat diingat baik oleh siswa karena pemaparan materi disertai dengan gambar-gambar serta animasi[1]. Media powerpoint merupakan pilihan yang tepat digunakan pada pelajaran IPS dalam menampilkan gambar serta video mengenai materi pembelajaran. Dengan demikian, siswa mampu memahamindengan jelas materi yang disampaikan. Powerpoint digunakan sebagai media yang menambah daya tarik siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga siswa mampu memahami materi yang diajarkan dengan lebih mudah serta diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar IPS siswa[1]. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menerapkan model discovery learning berbantuan media powerpoint.

METODE


Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan pengumpulan data-data melalui faktor pendukung objek penelitian [4] sedangkan pendekatan kualitatif adalah menurut Moleong [5]penelitian yang bertujuan guna memahami suatu fenomena sosial melalui proses interaksi komunikasi yang mendalam. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas 4 di SD Negeri 01 Lubuk Dalam.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Penjelasan yang sudah dijabarkan menjelaskan bahwa teori yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat menarik fokus dalam artikel ini yang membahas mengenai model pembelajaran Discovery Learning dalam melakukan peningkatan pada keaktifan siswa pada proses pembelajaran. Penelitian ini dikhususkan pada mata pelajaran IPS. Keaktifan siswa dikelas memiliki banyak manfaat bagi diri siswa itu sendiri yaitu mampu mewujudkan diri siswa yang berpikir kritis, mandiri, dan mampu memahami konsep dengan baik serta menjadi lebih siap dengan banyaknya permasalahan pada proses kehidupan nantinya [5] menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memperbaiki dan meningkatkan keterampilan dan proses kognitif peserta didik dan memungkinkan peserta didik berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Terdapat banyak penelitian yang membuktikan bahwa model pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Dimana pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam proses pembelajaran IPS dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok dan meminta bimbingan guru saat dibutuhkan. Sejalan dengan penelitian lain dimana pada penelitiannya dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning mendapatkan hasil bahwa model pembelajaran Discovery Learning ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dikarenakan pada proses pembelajaran suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sehingga peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga berpengaruh pada kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, mengurangi rasa takut dan keraguan peserta didik, interaksi dan kerja sama peserta didik dengan peserta didik lainnya yang dapat dilakukan dengan baik. Selain itu dari hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas 4 SD Negeri 01 Lubuk Dalam juga menunjukkan bahwa tingkat keaktifan peserta didik menjadi lebih meningkat saat menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dibandingkan hanya menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Discovery Learning menuntut peserta didik untuk mencari informasi, berdiskusi hingga menyimpulkan materi pembelajaran. Dengan adanya aktivitas tersebut peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran IPS. Belajar IPS untuk siswa SD pada dasarnya bertujuan untuk membuat siswa mampu memahami kehidupan sosial yang ada di lingkungannya. Karena pentingnya makna pembelajaran IPS, maka diharapkan hasil belajar IPS harus mampu diraih secara optimal oleh siswa. Pendidikan IPS tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan semata, tetapi harus berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, sikap, dan kecakapan-kecakapan dasar siswa yang berpijak pada kenyataan kehidupan sosial kemasyarakatan sehari- hari dan memenuhi kebutuhan bagi kehidupan sosial siswa dimasyarakat [1]. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan penerapan tindakan yang dilakukan sejalan dengan teori yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan penelitian. Selain itu, persamaan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang relevan telah memperkuat hasil penelitian yang diperoleh. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh [1], yaitu hasil analisis penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Di samping itu, dengan penelitian melalui model discovery learning, siswa yang berperan aktif dalam menemukan dan mencari sendiri sesuatu yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Siswa tidak lagi menganggap pembelajaran membosankan melainkan merupakan sesuatu hal yang menyenangkan dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang akan diperoleh akan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa [1]. Hasil penelitian melalui penerapan model discovery learning, siswa aktif bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari guru, aktif dalam diskusi kelompok, dan pemecahan masalah serta siswa menjadi lebih memahami materi yang diajarkan melalui penemuan dan pencarian[1]. Penelitian ini berimplikasi peningkakan keaktifan siswa dalam menemukan sendiri pengetahuannya yang membuat pembelajaran lebih bermakana, belajar mandiri, dan tidak mudah dilupakan siswa.

SIMPULAN


Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pendeskripsian mengenai penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dalam peningkatan keaktifan peserta didik. Kemudian setelah peneliti melakukan pengkajian terhadap penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang dilakukan dan juga dari hasil observasi peneliti, maka diperoleh hasil bahwa model pembelajaran Discovery Learning mampu memberikan pengaruh terhadap keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini juga mendukung peserta didik untuk memahami lebih dalam lagi mengenai materi yang disampaikan. Keaktifan peserta didik juga memengaruhi hasil belajar pada akhirnya.

DAFTAR PUSTAKA

[1] N. W. N. Asriningsih, I. W. Sujana, and I. G. A. P. Sri Darmawati, “Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa SD,” Mimb. Ilmu, vol. 26, no. 2, p. 251, 2021, doi:
10.23887/mi.v26i2.36202.

[2] L. Moreno, “Penerapan Metode Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Kelas VII SMPN 25 Pekanbaru,”J. Pendidik. Tambusai, vol. 2, no. 6, pp. 1401 - 1428, 2018, [Online]. Available: https://jptam.org/index.php/jptam/a
rticle/view/125.

[3] A. Asminah, “Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Kartu Pembelajaran Kelas Xii Ips 5 Sma Negeri 2 Bangkinang Kota Tahun Ajaran 2015/2016,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 2, no. 2, p. 259, 2018, doi: 10.31004/jpt.v2i2.673.

[4] “Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktek / Suharsimi Arikunto.” Jakarta: Rineka Cipta, TA - TT -, 2013, doi: LK - https://worldcat.org/title/1027462433.

[5] P. D. Anggraini and S. S. Wulandari, “Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa,” J. Pendidik. Adm. Perkantoran, vol. 9, no. 2, pp. 292-299, 2020, doi: 10.26740/jpap.v9n2.p292-299.


* Penulis merupakan Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Riau

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)