DATARIAU.COM - Sejatinya bahagia adalah pilihan, karena diri kitalah yang bisa menetukan , menjadi sumber dan juga merasakan kebahagiaan itu. Rasa bahagia tercipta oleh perasaan positif yang akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan hati. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meciptakan kebahagiaan itu. contohnya dengan melakukan hal yang kita sukai seperti membaca buku, menyanyi, memasak, dan lainnya.
Mungkin banyak dari kita yang sering merasa sulit untuk bahagia, itu disebabkan karena mereka tidak percaya dengan dirinya sendiri, mereka berkeyakinan bahwa ia dapat bahagia jika dibahagiakan oleh orang lain. kenapa harus berifikir seperti itu sih? Kan yang tau diri kita ya kita sendiri, tidak mungkin orang lain dapat mengerti melebihi diri kita sendiri. Berhenti dan lakukanlah lima batasan ini supaya hidupmu lebih bahagia.
1. Berhenti selalu berharap dibahagiakan orang, bertanggungjawablah atas kebahagiaanmu sendiri
Kadang kita selalu menggantungkan kebahagiaan dengan orang lain. padahal dasarnya manusia itu diciptakan egois atau mementingkan diri sendiri daripada orang lain. satu-satunya yang bertanggungjawab atas kebahagianmu adalah kamu sendiri. menggantungkan kebahagiaan di tangan orang lain adalah sikap konyol dan pasti sering berakhir kekecewaan. Yaiyalah, pasti orang lain juga sibuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Jadi kenapa tak kamu coba menciptakan kebahagianmu sendiri? karena hanya kamulah yang mengerti dan tau porsi kebahagianmu.
Yang baik untukmu belum tentu baik untuk orang lain dan sebaliknya yang baik buat orang lain belum tentu baik untukmu. Dan ingat bahagia merupakan tanggungjawab diri sendiri bukan orang lain.
2. Batasi mengiyakan permintaan orang lain, sesekali berkata "Tidak" bikin hidup lebih ringan
Pernah gak sih kamu ngalamin situasi dimana kamu tidak bisa mengatakan tidak pada setiap permintaan orang lain? Hal itu terjadi cenderung karena rasa tidak enak hati atau segan pada orang itu. Kita boleh saja menolong orang lain karena itu perbuatan yang mulia. Tetapi jika itu rasanya menyulitkan dan membebani kita cobalah untuk menolaknya secara halus. Karena percuma menolong dengan rasa terpaksa dan diri kita pun merasa tidak nyaman. Kadang kita selalu mengenyampingkan perasaan kita dibandingkan harus mengecewakan orang lain, padahal itu tidak berdampak baik untuk dirimu.
3. Kamu tidak mesti selalu memberi toleransi pada orang-orang yang terus menyakiti
Salah satu cara mengantisipasi rasa sedih dan menciptakan kebahagiaan adalah dengan cara menjauhi orang-orang yang telah menyakiti kita. Jika orang tersebut meminta maaf maka maafkanlah. Tetapi setelah itu menghindarlah darinya. Karena terkadang orang yang telah terbiasa menyakiti kita dia akan terus menyakiti lagi dan lagi. Nah bagi yang pacaran kalau pasangannya ketahuan selingkuh maka putusin saja. Walaupun dia minta maaf dan bilang tidak akan mengulanginya lagi. Plisss jangan percaya (pengalaman penulis hehe). Bukannya bahagia malah makan hati mending lepaskan dan cari yang baru.
Tidak hanya pacar ini juga berlaku untuk orang-orang disekitarmu yang lainnya seperti teman. Jika temanmu menyakitimu maka janganlah mau berteman dengannya lagi, tetapi jangan juga menyimpan dendam padanya karena itu akan menyita waktu dan perasaanmu saja.
4. Jangan biarkan orang lain mendikte kamu untuk hidup sesuai ekspektasi mereka
Jangan biarkan orang lain mengendalikan hidupmu apapun itu alasannya. Karena bagaimana pun keadaannya yang paling mengerti dirimu ialah dirimu sendiri. Apalagi mereka yang suka mengatur hidupmu sampai ke hal pribadi seperti gaya berpakaian, bergaul, penampilan atau bahkan gaya berbicara. Kamulah yang tau apa yang terbaik untukmu, jangan sampai karena kamu menuruti kemauan mereka kamu menjadi tidak nyaman atau tertekan.
Kita hidup bukan untuk orang lain apalagi mejalani hidup dengan menjadi orang lain itu bukanlah hal yang wajar. Kita tidak mungkin bisa hidup bahagia jika menjadi orang lain apalagi itu dipaksakan oleh orang lain pula untuk memenuhi ekspektsi mereka.
5. Biarlah orang lain berkata apa karena mengendalikan pemikiran orang lain itu di luar kuasamu
Selagi kamu masih mendengarkan perkataan orang lain apalagi itu menyangkut keburukanmu maka kebahagiaan tidak akan menghampirimu. Orang lain berhak menilaimu apa saja. Yang hanya perlu kamu lakukan ialah berbuat kebaikan selalu, perihal pemikiran atau penilaian orang terhadapmu itu urusan mereka. Orang yang menyukaimu akan selalu berfikir baik padamu sedangkan orang yang tidak menyukaimu sebaik apapun kamu pasti ia akan tetap mencari-cari keburukanmu.
Banyak diantara kita yang terganggu dengan penilaian orang lain yang mengakibatkan mereka menjadi terpukul dan pastinya mengundang kesedihan. Itu tidak boleh terjadi, karena kita sebagai manusia biasa pasti melakukan kesalahan dan tidak bisa mengendalikan pemikiran orang lain untuk selalu positif untuk kita. Biarlah orang lain berfikir apa saja tentangmu, yang perlu kamu lakukan jalani hidup semestinya dan jangan ambil pusing atas pemikiran buruk orang lain. (*)