Warga Kulim Ini Minta Kota Pekanbaru Madani Dikembalikan Bertuah

Admin
2.034 view
Warga Kulim Ini Minta Kota Pekanbaru Madani Dikembalikan Bertuah
Irawan
Kampanye BISA di Tenayan Raya.

PEKANBARU, datariau.com - Dalam kepemimpinan Walikota Pekanbaru dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2011-2016 Firdaus MT-Ayat Cahyadi, yang menonjol adanya perubahan Kota Bertuah menjadi Kota Madani.

Hal ini ternyata menjadi perhatian serius beberapa masyarakat di Tenayan Raya. Menurut mereka, Kota Pekanbaru dari dulunya dikenal sebagai Kota Bertuah, bukan Kota Madani dan dianggap pula belum pantas Pekanbaru menjadi Kota Madani.

Hal itu disampaikan Ketua RW 3 Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Yatim, Senin, (16/1/2017) saat menyampaikan aspirasi mereka dalam kampanye dialogis Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017-2022 pasangan nomor urut 5, H Dastrayani Bibra (Ide) dan H Said Usman Abdullah (SUA).

Menurutnya, dahulu waktu Kota Pekanbaru masih dipimpin Abdul Rahman Hamid, Ibrahim Arsyad, Farouq Alwi, Oesman Effendi Apan, Herman Abdullah dan Syamsurizal, Visi Pekanbaru adalah Kota Pekanbaru Bertuah. Namun sejak berganti walikota tersebut, Visi Pekanbaru berubah menjadi Kota Madani.

"Apabila diizinkan oleh Allah Subahanahu wa Ta'ala, kami minta kota Pekanbaru dikembalikan menjadi Kota Bertuah. Kita mencontoh yang sudah ada seperti Bandung dengan kota kembang-nya, dan Aceh dengan serambi mekkah-nya, sampai sekarang tidak dirubah," kata Yatim, dalam aspirasinya.

Disamping itu, dia juga mengeluhkan amburadulnya pembangunan ruko dengan menutup saluran drainase hingga menyebabkan banjir. Tak sampai disitu saja, teror sampah bahkan menebar di areal pemukiman warga.

"Setelah bangun ruko, drainase ditutup. Jadi, tak ada gunanya PU bangun drainase kalau kondisinya seperti ini," paparnya.

Dastrayani Bibra langsung menanggapi persoalan yang dikeluhkan warga kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya tersebut. Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu menyebut kota Pekanbaru sejak dulunya memang dikenal sebagai Kota Bertuah. Bahkan, visi kota Pekanbaru bertuah ini, sudah ada payung hukumnya.

"Pekanbaru kota bertuah yang berbudaya. Ada aturannya, Perda nomor 1 tahun 2001. Pekanbaru ini punya tuah, SDM-nya inilah kita. Manusia mau tertib, manusianya mau bekerjasama, ketika kita tertib kota aman dan nyaman dan orang berinvestasi, lapangan pekerjaan terbuka," ucap pria yang disapa bang IDE ini.

Dalam struktur lain, Pekanbaru menyimpan berbagai macam sejarah. Salah satunya masjid Raya yang berada di Kecamatan Senapelan. Di areal cagar budaya itu, terdapat makam almarhum pendiri Kota Pekanbaru.

"Jadi kota kita ini punya tuan dan marwah. Ketika marwah dihilangkan kharisma tidak ada lagi. Kita ini tidak hidup dalam mistik, tapi ketika sejarah dihilangkan, maka siap-siaplah kehancuran datang pada kita. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah," tuturnya.

Melihat situasi dan kondisi aspek Pekanbaru yang saat ini dicekam berbagai persoalan, dia dan wakilnya bertekad maju dalam Pilkada Pekanbaru dan kembali menata kota ini. Katanya, sebagai putra asli Pekanbaru ada tanggungjawab moral terpanggil membangun kembali daerah yang terkucil, salah satunya Tenayan Raya.

"Daerah yang perlu dibangun itu, daerah pinggiran. Tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya ini. Apalagi daerah ini berbatasan dengan Kampar, Pelalawan dan Siak. Maka, daerah pinggir ini dahulu dibangun, daerah pinggir ini perlu sentuhan pembangunan," terangnya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Pekanbaru H Said Usman Abdullah dalam kesempatan itu mengungkapkan, dengan persoalan yang disebutkan warga saat ini, pria kelahiran Pekanbaru ini tergerak dan berjanji untuk menata kembali kota tempat kelahirannya.

"Kami bertanggungjawab merubahnya, mensejahterakan masyarakat Pekanbaru. Tentunya dengan pengelolaan tata pemerintahan yang benar. Harapan kita, apa yang terjadi hari ini dan yang lalu tidak akan terjadi lagi," pungkasnya.

Penulis
: Irawan
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag: