ROHUL, datariau.com - Pelaksanaan Pemilu 2019 kembali menelan korban jiwa. Seorang petugas pengamanan TPS atau Linmas di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, bernama Amsar, Rabu (24/4/2019) dini hari wafat di Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, setelah kelelahan menjalankan tugas mengamankan TPS, selama 30 jam.
Keluarga Amsar, warga Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, hanya bisa menagis dan pasrah mengiklaskan ayah dan suami tercinta berpulang menghadap Sang Ilahi.
Amsar wafat setelah mengalami hipertensi dan dehidrasi akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai petugas pengamanan TPS 06 di desanya, mulai dari pukul 6 pagi tanggal 17 April hingga pukul 12 siang tanggal 18 April.
Menurut Ani, istri Amsar, kepada wartawan, suaminya mengeluhkan pusing dan mual sepulang mengantarkan logsitik Pemilu dari TPS ke Kantor Camat Ujung Batu.
Mengetahui kondisi suaminya sakit dan kelelahan, Ani kemudian menyarankan agar suaminya memeriksakan kesehatan ke klinik, namun ditolak Amsar karena alasan biaya.
"Abang bilang waktu itu tak usahlah bawa berobat, pusing-pusing sedikit tak apa, palingan makan obat dan tidur sebentar hilang," uakap Ani menirukan perkataan mendiang suaminya.
Selama 3 hari, dari tanggal 19 April hingga 22 April, Amsar kembali mengeluhkan pusing dan mual. Namun, meski kondisi tubuhnya sakit dan lelah, Amsar tetap bersikeras menjalani pekerjaan rutinnya sebagai buruh dan penyadap karet, demi menghidupi keluarga.
"Abang itu meski kondisinya sakit dia hanya memikirkan keluarga, mesti sudah saya larang kerja, karena kondisinya sakit, abang tetap bersikeras mau tetap kerja nyadap karet dan buruh di pasar, dia bilang kalau tak kerja mau makan apa kita, sakit-sakit sedikit abang masih bisa tahan," ujar Ani sambil menitikan air mata mengenang mendiang suaminya.
Namun malang, di malam tanggal 23 April, kondisi Amsar semakin memburuk. Ia tiba-tiba jatuh pingsan di rumahnya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu untuk mendapatkan pertolongan, pada akhirnya 24 April sekitar pukul 01.20 WIB dini hari Amsar menghembuskan nafas terakhirnya di usia 52 tahun.
Kepergian Amsar tak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga. Istri Amsar kini mengaku bingung, bagaiamana menghidupi 5 anaknya yang tiga diantaranya masih duduk di bangku sekolah pasca kepergian Amsar yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
"Saya sekarang bingung, bagaiamana caranya saya bisa membesarkan 5 anak-anak saya. Apalagi 3 anak saya sekarang ini masih sekolah. Tak ada lagi tulang punggung keluarga kami," keluhnya sambil menagis tersedu.
Tak hanya dirasakan keluarga, duka mendalam juga dirasakan keluarga besar KPU Kabupaten Rokan Hulu. Bahkan, komisioner KPU Rohul Cepi Abdul Husein menyatakan KPU Rohul telah mengusulkan Amsar ke KPU Riau untuk mendapatkan santunan atas jasanya dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu di Rohul.
"Kami keluarga besar KPU Rohul berduka atas wafatnya saudara Amsar. Semoga amal saleh dan jasa beliau yang ikut menyukseskan pemilu di Rohul diterima di sisi Allah Subahanahu wa Ta'ala," kata Cepi kepada keluarga mendiang Amsar. (ded)