Tumbang Sebelum Digunakan, Program Nasional PAMSIMAS di Siak Ini Diduga Asal Jadi

Hermansyah
6.474 view
Tumbang Sebelum Digunakan, Program Nasional PAMSIMAS di Siak Ini Diduga Asal Jadi
Gambar: Hermansyah
Program Nasional PAMSIMAS belum lama dibangun dan tumbang sebelum digunakan masyarakat setempat.

SIAK, datariau.com - Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahun 2017 di Perawang Kampung Pinang Sebatang Ferry Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Kamis (1/2/2018) sore tumbang dan hampir mengenai salah satu rumah warga yang berada tidak jauh dari bangunan tersebut.

Menurut informasi dan keterangan masyarakat setempat kepada datariau.com mengatakan bahwa pembangunan PAMSIMAS tersebut telah selesai dikerjakan dengan pelaksana kegiatan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Tirta Kita beberapa waktu lalu (Desember 2017). Namun, bangunan PAMSIMAS tersebut diduga asal jadi dan akhirnya tumbang sebelum dimanfaatkan masyarakat.


PAMSIMAS tersebut menghabiskan anggaran lebih kurang Rp350 juta. Pantauan datariau.com di lokasi, memang kondisi lahan tempat berdirinya PAMSIMAS itu merupakan tanah timbunan. Tekstur tanah asli daerah tersebut yakni gambut dan rawa. Hal ini dibenarkan warga setempat, bahwa lahan itu tanah gambut yang ditimbun.

"Inikan tanah timbun, pasaknya kurang. Pondasinya pun kurang dalam, makanya tumbang. Yang kerjakan kemarin itu orang dari luar daerah," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya kepada datariau.com, Kamis (1/2/2018) kemarin.


Dengan memperhatikan kondisi tanah yang tidak memungkin dengan kondisi pondasi yang diketahui lebih kurang dari 1 meter, bangunan itu lebih kurang dengan tinggi 7-8 meter dan mustahil dapat menahan beban diatasnya. Bangunan PAMSIMAS yang terletak di Perawang Kampung Pinang Sebatang Ferry ini memang tampak kejangalan, tidak menggunakan menara atau berbentuk tiang penyangga seperti menara air pada umumnya.


Datariau.com berulang kali menghubungi Pemerintah Kampung Pinang Sebatang Ferry, atas nama Bambang Saputra SH (Batra) melalui sambungan telepon seluler miliknya, Kamis (1/2/2018) sore. Namun nomor kontak tujuan 0812-7691-xxxx tidak aktif.

Hari berikutnya, Jum'at (2/2/2018) siang, datariau.com kembali mencoba untuk menghubungi Penghulu Kampung Pinang Sebatang Ferry, kali ini melalui pesan elektronik WhatsApp sekira pukul 13.45 WIB. Pesan itu ada tanda dibaca namun belum ada membalasnya.

Pembangunan PAMSIMAS itu merupakan Program Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Cipta Karya Kabupaten Siak dengan menggelontorkan dana lebih kurang sebesar Rp350 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017.

Hingga berita ini ditayangkan, Kabid Cipta Karya Kabupaten Siak dan pihak lainnya terkait perihal tumbangnya PAMSIMAS tersebut belum ada yang bisa dikonfirmasi. Tim berupaya konfirmasi pihak terkait untuk pemberitaan selanjutnya.

 

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)