Tukang Bangunan di Panam Resah Didatangi Pemuda Mengaku dari SPSI

datariau.com
2.860 view
Tukang Bangunan di Panam Resah Didatangi Pemuda Mengaku dari SPSI
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Tukang bangunan yang mengerjakan bangunan rumah pribadi ukuran 12x12 di daerah Panam kecamatan Tampan kota Pekanbaru diresahkan dengan datangnya segerombolan orang yang mengaku dari SPSI.

"Kemarin Kamis sore datang 3 orang laki-laki bergaya preman mengaku dari SPSI mengatakan setiap yang membangun di daerah ini dibawah pengawasannya sampai selesai, kaget juga kami baru tahu kalau ada aturan seperti ini," kata seorang tukang bangunan, Agus kepada DataRiau.com, Sabtu (18/2/2017).

Diterangkan Agus, seorang diantara rombongan itu mengaku sebagai ketua SPSI dan mengatakan tukang bangunan yang bekerja membangun rumah pribadi ini tidak memenuhi standar kerja, maka mereka mengatakan agar pekerja disediakan dari mereka.

"Katanya kami tidak memenuhi standar dan harusnya mereka yang sediakan tukang setiap bangunan yang dilakukan di daerah ini," keluh Agus lagi.

Karena ketiganya terkesan ngotot dan tidak jelas maksudnya, salah seorang kuli bangunan pun merasa risih, akhirnya menyela perkataan para pemuda bergaya seperti preman ini, terlebih saat ada bahasa tukang bangunan harusnya bayar Rp500 ribu kepada mereka, maka dibantah tegas oleh salah seorang tukang.

"Kami ada 5 orang tukang yang mengerjakan rumah itu, kawan saya akhirnya angkat suara, kalau memang bisa memecat tukang, silahkan saja pecat kami, karena kami juga bosan seperti ini, didatangi dari mana-mana ngaku ini itu," ujar Agus menirukan.

Tiga orang ini juga memperlihatkan surat-surat bahwa mereka dari SPSI dan memenuhi syarat dari Pemerintah Kota Pekanbaru, namun merasa tetap dirugikan dengan perkataan yang disampaikan tiga pemuda itu, Agus dan teman-temannya tetap tidak mengindahkan apa yang disampaikan kelompok itu.

"Lama juga bersikeras, karena gak dikasih duit akhirnya mereka pulang," terang Agus.

Selain tiga pemuda yang mengaku dari SPSI ini, Agus juga mengaku hari itu, tepatnya pagi hari datang juga 2 orang berpakaian Satpol PP menanyakan IMB rumah pribadi ini.

"Karena yang punya rumah belum ada, mereka pergi dan meninggalkan nomor hp," pungkas Agus.

Terkait adanya kejadian ini, Ketua SPSI belum bisa dikonfirmasi. 

Penulis
: Riki
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)