Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Pekanbaru Demo di Tugu Zapin

datariau.com
1.684 view
Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Pekanbaru Demo di Tugu Zapin
Foto: Internet
ILUSTRASI.

PEKANBARU, datariau.com - Menolak kenaikan harga BBM yang kembali membumbung, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Pekanbaru taja aksi unjuk rasa di Pekanbaru, Jumat (2/3/2018). Dalam aksi ini terdapat beberapa tuntutan kepada Pemerintah. 

 

Dera Patria Simener selaku Koordinator Aksi mengatakan aksi ini merupakan bentuk penolakan keras tentang naiknya harga BBM. Bukan hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan dari janji hingga merubah pola konsumsi yang kini disebut BBM non Subsidi. 

 

"Kita menolak dengan tegas kapitalis harga BBM. Dimana pembatasan BBM bersubsidi yang ditandai dengan penyesuian harga pasar juga semakin menebalkan kebijakan liberal pemerintah, dalam hal ini sektor migas. Pengurangan subsidi dan penyesuaian harga BBM diatas harga pasar membuktikan bahwa pemerintah sekarang berjalan di atas kebijakan liberal," katanya. 

 

Menurutnya, hal ini juga melanggar konstitusi yaitu pasal 33 UUD 1945. Bahkan dengan pola merubah konsumsi yakni BBM non subsidi juga masih mencekik masyarakat. "Masyarakat mengeluh susahnya mendapatkan BBM bersubsidi. Sementara harus mengeluarkan uang lebih tinggi jika ingin menggunakan BBM non subsidi," terangnya. 

 

Pihaknya melihat, pemerintah sudah tiga kali menaikkan harga BBM non subsidi di awal tahun 2018 ini saja yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Menurut Dera, seharusnya pemerintah tidak mengikuti harga minyak dunia. Sebab, BBM adalah konsumsi masyarakat luas. Bahkan pemerintah seharusnya merencanakan kebijakan yang dapat menanggulangi dampak dari meningkatnya harga BBM ini. 

 

"Konsumsi BBM cukup berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bahkan menyerupai konsumsi barang mewah. Bagai mana tidak ini adalah salah satu pendukung kegiatan produktif masyarakat. Untuk itu kita menolak kapitalis harga BBM dan sektor lain yang menyangkut hajat hidup warga Indonesia. Kita juga meminta kembalikan BBM bersubsidi, dan menolak upaya pemerintah menghapus BBM bersubsidi secara perlahan. Terakhir kita juga menolak kenaikan harga BBM non subsidi sebelum pemerintah memberikan alternatif pilihan tanpa membebani masyarajat," pungkasnya.

Editor
: Angga
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)