BENGKALIS, datariau.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan SAR Laut dengan tema "Siap Hadapi Darurat di Laut dengan Ilmu, Latihan, dan Tindakan Cepat" pada Minggu, 25 Maret 2025. Adapun kegiatan seminar dilaksanakan di Gedung LAMR Bengkalis, sementara pelatihan digelar di Lapangan Pasir Bengkalis.
Ketua Mapala Laksamana, Ramanda Bayu Saputra, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran mengenai dasar-dasar Search and Rescue (SAR) Laut. Ia menekankan pentingnya pemahaman teoritis melalui seminar dan penerapan langsung melalui pelatihan di lapangan.
“Kami berharap, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bagian dari relawan yang siap turun langsung membantu saat dibutuhkan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Andi Muhammad Rifky, juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan emas untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat secara langsung di lapangan.
Acara secara resmi dibuka oleh Khairul Saleh, Pembina Mapala Laksamana yang juga menyampaikan salam dari Direktur dan Wakil Direktur III Politeknik Negeri Bengkalis yang berhalangan hadir.
Khairul Saleh, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini bisa memberikan tambahan wawasan tidak hanya untuk mahasiswa Mapala, tetapi juga bagi masyarakat, termasuk kelompok Mangrove Pharit Shgagah. Ia juga mengusulkan agar kegiatan serupa di masa mendatang turut melibatkan siswa tingkat SMK dan SMA sebagai upaya edukasi sejak dini.
Dalam sesi materi, diisi oleh Tranpiranto yang diundang dari Basarnas Bengkalis. Tranpiranto menyampaikan berbagai teknik pertolongan terhadap korban tenggelam di laut. Ia mengimbau peserta agar segera menghubungi Basarnas apabila menemui situasi darurat.
"Basarnas berharap rekan-rekan yang telah mendapatkan pelatihan ini bisa ikut serta dalam proses pertolongan dan penyelamatan di lapangan," ujarnya.
Instruktur lapangan, Yuliyanto yang juga diundang dari Basarnas Bengkalis, memberikan pelatihan mulai dari pengenalan alat-alat penyelamatan hingga teknik dasar menolong korban tenggelam. Ia juga menjelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan saat penyelamatan, seperti kondisi cuaca, medan sekitar, serta potensi bahaya dari hewan atau benda lain di lokasi kejadian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga lebih siap dan percaya diri menghadapi kondisi darurat di laut. Mulai dari teknik dasar penyelamatan, pengambilan keputusan cepat, hingga kerja sama tim dalam situasi kritis menjadi bekal penting yang diberikan dalam kegiatan ini.
Penulis: Yogi Kurniawan