Tim Kukerta UNRI 2021 Desa Rantau Sakti Ciptakan Peluang Usaha Baru Bagi Masyarakat

Admin
158 view
Tim Kukerta UNRI 2021 Desa Rantau Sakti Ciptakan Peluang Usaha Baru Bagi Masyarakat

ROHUL, datariau.com - Kedatangan pandemi COVID-19 pada kenyataannya sangat meresahkan dan berdampak ke berbagai sektor kehidupan manusia.

Banyak usaha yang gulung tikar, kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan dengan baik, sejumlah alat transportasi berhenti beroperasi, tidak diperbolehkannya berkerumun atau melakukan berbagai acara yang mengundang orang banyak, tidak dapat bersosialisasi seperti biasanya dan banyak karyawan yang kena PHK.

Di bidang ekonomi, dampak dari adanya COVID-19 ini begitu dirasakan dengan banyaknya pelaku bisnis yang mengalami kerugian atau melemahnya investasi yang kemudian berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha.

Jumlah pengangguran kian meningkat akibat banyak yang di-PHK ataupun kehilangan pekerjaannya.

Pemerintah pun demikian telah meluncurkan berbagai program untuk memulihkan perekonomian masyarakat seperti memberikan bantuan usaha maupun pelatihan keterampilan usaha.

Atas program bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut, tim kukerta UNRI berinisiatif untuk membantu perekonomian masyarakat dengan tetap melanjutkan program yang telah diberikan oleh Pemerintah yaitu memberikan pelatihan keterampilan usaha.

Tim Kukerta menggelar kegiatan pembuatan keripik dari pepaya bersama dengan remaja masjid Al-Muttaqin.

Kegiatan ini dilakukan pada 30 Juli 2021 yang diikuti oleh Arief Vauzi (FT), Arif Eka Fazduani (FT), Peni Andriani (FISIP), Ani Ayu Lita (FKep), Ana Saniah Sitorus (FMIPA), Nazifah Khul Hasanah (FKIP), Marina Shelvia (FKIP), Ismaya (FEB), Ashfia (FISIP) bersama dengan remaja masjid Al-Muttaqin.

Pembuatan keripik dari pepaya dimaksudkan agar menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat yang ingin memulai sebuah usaha.

Pepaya menjadi bahan dasar utama yang digunakan dalam pembuatan keripik. Mudah dijangkau dan juga bernilai ekonomis rendah.

Proses pembuatannya yang juga tidak terlalu rumit diharapkan bisa menjadi peluang bisnis masyarakat desa Rantau Sakti yang ingin memulai sebuah usahanya.

"Keterampilan dalam pembuatan keripik pepaya yang ditajah oleh tim kukerta sangat bermanfaat dan memberikan nilai positif bagi masyarakat terkhusus dusun Kauman dimana tim kukerta tinggal selama melaksanakan kegiatan KKN berlangsung," ujar BPD Rantau Sakti.

Semoga dengan adanya kegiatan tim kukerta bersama dengan remaja masjid Al-Muttaqin dalam pembuatan keripik pepaya dapat mendorong timbulnya UMKM baru yang dapat meningkatkan pendapatan ditengah pandemi seperti ini. (rls)