BENGKALIS, datariau.com-Dalam rangka memperkuat literasi demokrasi di kalangan mahasiswa, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Workshop Kepemiluan bertema “Biar Nggak Buta Pemilu: Yuk Pahami, Pilih, dan Suarakan!”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Teknik Informatika Kampus Politeknik Negeri Bengkalis, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Workshop ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai sistem pemilu, mekanisme pengawasan, serta pentingnya partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi, baik di tingkat nasional maupun kampus.
Narasumber pertama, Agung Kurniawan, Ketua KPU Kabupaten Bengkalis, menyampaikan pentingnya pemahaman sistem pemilu nasional serta peran strategis pemilih pemula dalam menjaga integritas demokrasi. Sementara itu, Joni Iskandar, S.H., perwakilan dari Bawaslu Kabupaten Bengkalis, memaparkan mekanisme pengawasan pemilu dan berbagai bentuk pelanggaran yang sering terjadi. Ia juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengawasan partisipatif.
Dari sisi kepemiluan kampus, Kevin Gustiadi Putra, Demisioner Ketua Umum MPM 2020, mengulas tentang PEMIRA (Pemilihan Raya) sebagai bentuk praktik langsung demokrasi mahasiswa. Menurutnya, PEMIRA bukan hanya ajang memilih wakil organisasi, tetapi juga wadah pembelajaran politik yang sangat penting.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Fatur Rahman, Demisioner Ketua Komisi 1 MPM 2024, yang mengupas tata cara pemilihan yang baik dan benar�"mulai dari persiapan, kampanye, hingga pemungutan suara. Ia menekankan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif sebagai kunci sukses dalam penyelenggaraan pemilu.
Sebagai pelengkap kegiatan, panitia juga mengadakan Lomba Maskot Kepemiluan yang menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pesan-pesan demokrasi secara kreatif melalui simbol visual. Lomba ini sukses menarik perhatian peserta dan menambah semangat edukatif dalam suasana yang menyenangkan.
Dalam sambutannya, Luhut P. Hasibuan, Ketua MPM Politeknik Negeri Bengkalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen MPM dalam mendorong mahasiswa agar tidak apatis terhadap isu-isu kepemiluan. Ia berharap workshop ini mampu mencetak mahasiswa yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilih.
Senada dengan itu, Ahmar Sugiono, Ketua Pelaksana kegiatan, mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia juga menyampaikan bahwa Workshop Kepemiluan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program edukasi demokrasi yang akan terus digalakkan oleh MPM.
Tingginya antusiasme peserta, dipadukan dengan suasana diskusi yang interaktif, menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis memiliki semangat besar dalam memahami isu-isu demokrasi. Melalui kegiatan ini, MPM berharap dapat menumbuhkan budaya politik yang sehat dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun di level nasional.