PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Pendidikan Masyarakat (Penmas) Universitas Riau (UNRI) berkolaborasi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Riau menggelar program Eco Education di SMP Negeri 27 Pekanbaru, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar melalui edukasi serta aksi nyata yang melibatkan siswa kelas VII.1 SMPN 27 Pekanbaru.
Acara diawali dengan salam pembuka, perkenalan tim, serta penyampaian maksud dan tujuan kegiatan. Perwakilan tim PLP PKBI Daerah Riau, Indi Rahmat Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya memberikan edukasi lingkungan yang dipadukan dengan aksi nyata atau Eco Action.
Ia mengajak seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, perwakilan PKBI Daerah Riau, M. Arif Saputra, S.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja yang sedang dijalankan PKBI Daerah Riau.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan donasi masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara dan persoalan asap yang terjadi di Pekanbaru.
Pihak sekolah yang diwakili Mardiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Ia berharap para siswa dapat menyerap pengetahuan yang diberikan dan mengimplementasikannya di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Mardiana juga berharap keterampilan yang diperoleh siswa, khususnya dalam mengolah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci, dapat mendorong kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah.
Selain itu, ia mengimbau para siswa untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman lainnya agar kesadaran menjaga lingkungan semakin meluas di kalangan pelajar.
Selama sesi Eco Education, siswa kelas VII.1 terlihat antusias dan berpartisipasi aktif. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai pelestarian lingkungan.
Suasana semakin interaktif ketika para siswa diajak menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Panitia juga menyediakan hadiah menarik atau doorprize bagi siswa yang aktif berpartisipasi.
Sebagai puncak kegiatan, para siswa mengikuti Eco Action dengan mempraktikkan prinsip reduce, yakni mengurangi sampah, melalui pemanfaatan kembali tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci yang unik dan bernilai guna.
Melalui praktik tersebut, siswa diajak memahami bahwa limbah plastik yang sering dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi produk kreatif apabila dikelola dengan tepat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan siswa. Mereka mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan tutup botol bekas menjadi barang yang bermanfaat.
Para siswa juga mengaku semakin terdorong untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di sekolah agar semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya pengelolaan sampah.
Kolaborasi mahasiswa PLP Penmas UNRI dan PKBI Daerah Riau ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah edukatif dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini, sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan prinsip pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari.***