PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Riau (Unri), menggelar kegiatan Pendidikan Kimia Mengabdi (PKM) 2026 di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan empat sekolah, yakni SMAN 1 Pelalawan, SMPN 1 Pelalawan, SDN 001 Pelalawan, dan SDN 004 Pelalawan. Selain peserta didik, kegiatan ini juga melibatkan para guru dan masyarakat setempat.
Mengusung tema “Aktivitas Kreatif Mahasiswa Pendidikan Kimia dalam Mewujudkan Kampus Berdampak melalui Inovasi, Literasi, dan Pembelajaran Kimia yang Aktif, Menyenangkan, serta Bermakna”, PKM 2026 bertujuan memperkenalkan ilmu kimia melalui metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Tidak hanya berfokus pada pembelajaran sains, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta meningkatkan kreativitas dan literasi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Pelaksana Pendidikan Kimia Mengabdi 2026, Riska Maisarah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengerahkan energi dan ilmu yang dimiliki untuk mengabdi serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita dapat berbagi ilmu, khususnya dalam memberikan pengajaran kimia kepada seluruh murid yang terlibat, sekaligus memberikan kontribusi aktif dan dampak positif bagi masyarakat Pelalawan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan PKM 2026, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.
Untuk siswa SMP dan SMA, diselenggarakan atraksi kimia yang memperkenalkan berbagai fenomena sains melalui praktik menarik. Khusus siswa SMP, kegiatan juga diisi dengan lomba Ranking 1 untuk menguji pengetahuan dan wawasan peserta.
Sementara itu, siswa SMA mengikuti pelatihan motivasi dan kegiatan Jendela Literasi. Adapun peserta didik tingkat sekolah dasar dilibatkan dalam kegiatan penghijauan dan berbagai permainan edukatif.
Tidak hanya menyasar peserta didik, kegiatan ini juga memberikan ruang peningkatan kapasitas bagi para guru melalui workshop. Kaum ibu turut dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan wirid yang diselenggarakan di Masjid Hibbah.
Kegiatan Pendidikan Kimia Mengabdi 2026 dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau, Sri Haryati, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, Sri Haryati mengapresiasi inisiatif dan semangat mahasiswa yang telah mempersiapkan kegiatan pengabdian dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dosen juga turut berkontribusi melalui berbagai kegiatan pengabdian yang dilaksanakan. Kami berharap kegiatan yang telah dipersiapkan mahasiswa ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa SD, SMP, dan SMA bahwa kimia merupakan ilmu yang menyenangkan untuk dipelajari. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan manfaat yang besar bagi seluruh siswa serta masyarakat di Kecamatan Pelalawan,” ungkap Sri Haryati.
Pendidikan Kimia Mengabdi merupakan program tahunan yang menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, pada 2026 kegiatan tersebut kembali digelar dengan mengambil lokasi di Kecamatan Pelalawan.
Pelaksanaan PKM tahun ini menjadi upaya mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau untuk memperluas jangkauan pengabdian sekaligus membangun kolaborasi dengan sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Pendidikan Kimia Mengabdi 2026, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, meningkatkan minat belajar sains di kalangan pelajar, serta menghadirkan pembelajaran kimia yang inovatif, menyenangkan, dan bermakna.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari perwujudan kampus berdampak.***