KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Keperawatan (FKP) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan rangkaian edukasi, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, pada 7 September hingga 17 Oktober 2026.
Kegiatan pengabdian tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga, anak sekolah, remaja, ibu hamil, hingga lanjut usia. Beragam program dilaksanakan berdasarkan hasil pengkajian kebutuhan kesehatan warga untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong penerapan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Tim yang terdiri atas 10 mahasiswa dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Sri Utami itu bekerja sama dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta pihak sekolah. Program yang dijalankan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, edukasi hipertensi, senam kesehatan, pendampingan keluarga, pendidikan kebersihan diri, penyuluhan psikososial remaja, hingga demonstrasi pemanfaatan bahan tumbuhan untuk kegiatan kesehatan lingkungan.
Diawali Pengkajian Kebutuhan Masyarakat
Sebelum melaksanakan program, mahasiswa melakukan observasi lingkungan, wawancara, dan pengumpulan informasi kesehatan keluarga. Pengkajian tersebut menemukan sejumlah kebutuhan, di antaranya edukasi mengenai hipertensi, kebiasaan mengontrol penyakit kronis, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemeliharaan kebersihan lingkungan.
Hasil pengkajian kemudian menjadi dasar dalam menentukan sasaran dan materi kegiatan agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Rencana kegiatan dibahas melalui Lokakarya Mini Masyarakat I pada 22 September 2026 di kantor desa. Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi antara mahasiswa, perangkat desa, tenaga kesehatan, kader, dan perwakilan masyarakat untuk membahas kebutuhan warga serta pelaksanaan program.
Keterlibatan berbagai pihak turut membantu mahasiswa menjangkau kelompok sasaran dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi di lapangan.
Perkuat Edukasi Hipertensi dan Pelayanan Kesehatan
Pada bidang pelayanan kesehatan, mahasiswa berpartisipasi dalam empat kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjangkau tiga dusun. Kegiatan tersebut berlangsung pada 9, 12, dan 16 September serta 2 Oktober 2026.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa membantu tenaga kesehatan dan kader melaksanakan pelayanan, termasuk pencatatan serta pemantauan kesehatan peserta sesuai dengan layanan yang tersedia.
Edukasi hipertensi menjadi salah satu fokus utama pengabdian. Melalui penyuluhan pada 18 September 2026, mahasiswa menyampaikan informasi mengenai pengenalan hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pengaturan pola makan, pentingnya pemeriksaan rutin, serta kepatuhan terhadap pengobatan.
Edukasi ini bertujuan mendorong masyarakat lebih memperhatikan kondisi kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan secara berkala meskipun tidak sedang merasakan keluhan.
Program tersebut dilengkapi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah gratis pada 2 Oktober 2026, bersamaan dengan kegiatan Posyandu Jantung Hati.
Mahasiswa juga memandu tiga sesi senam bagi warga dengan riwayat hipertensi pada 27 September, 2 Oktober, dan 9 Oktober 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga untuk melakukan aktivitas fisik sekaligus membangun interaksi sosial melalui kegiatan bersama.
Perhatian terhadap kelompok lanjut usia diwujudkan melalui senam persendian dan demonstrasi rendam kaki menggunakan air hangat sebagai kegiatan pendukung relaksasi.
Sementara itu, pemeriksaan dan senam ibu hamil dilaksanakan pada 26 September 2026 bersama bidan dan kader. Kegiatan tersebut disertai penyampaian pesan mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pendampingan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan peserta.
Pendampingan Keluarga hingga Pendidikan Kesehatan di Sekolah
Selain pelayanan kelompok, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap lima keluarga dan satu individu pada 10 September hingga 13 Oktober 2026.
Pendampingan dilakukan melalui kunjungan, pengkajian masalah kesehatan, serta pemberian edukasi sesuai kebutuhan masing-masing sasaran. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat membahas pemeliharaan kesehatan dalam lingkup keluarga dan menghubungkan materi edukasi dengan kebiasaan sehari-hari.
Di lingkungan pendidikan, mahasiswa menggelar edukasi PHBS di SD Negeri 010 Teluk Kenidai pada 3 Oktober 2026 dan TK Buri Insan Karima Kids pada 7 Oktober 2026.
Anak-anak diperkenalkan pada cara mencuci tangan menggunakan sabun dan menyikat gigi melalui penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung. Materi disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan usia peserta agar langkah-langkah yang diperagakan lebih mudah dipahami dan diikuti.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembiasaan perilaku bersih, mahasiswa juga menyerahkan sabun cair buatan mahasiswa dan poster edukatif kepada SD Negeri 010 Teluk Kenidai.
Sarana tersebut diharapkan dapat membantu guru dan siswa mengulang pesan-pesan kebersihan setelah kegiatan edukasi berakhir. Dukungan orang tua juga diperlukan agar kebiasaan menjaga kebersihan diri dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah.
Sasaran pendidikan kesehatan lainnya adalah remaja di SMP Negeri Satu Atap Teluk Kenidai. Penyuluhan yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2026 membahas perkembangan psikososial, perubahan emosi, pencarian identitas diri, serta hubungan dengan keluarga dan teman sebaya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami perubahan yang terjadi pada masa remaja dan pentingnya mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Kenalkan Pemanfaatan Bahan Tumbuhan untuk Lingkungan
Pada bidang kesehatan lingkungan, mahasiswa mengadakan demonstrasi pembuatan eco-spray berbahan daun jeruk purut dan daun pandan pada 9 Oktober 2026.
Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan bahan tumbuhan yang dikenal masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai kebersihan rumah dan pekarangan.
Demonstrasi tersebut disertai pembahasan tentang pengelolaan sampah dan upaya mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk. Namun, produk yang diperkenalkan masih berupa hasil demonstrasi dan efektivitas maupun keamanannya sebagai pengendali serangga belum diuji dalam kegiatan tersebut.
Evaluasi untuk Keberlanjutan Program
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan fasilitas, waktu kegiatan, dan kehadiran peserta yang belum konsisten. Pada kegiatan penyuluhan remaja, keterlibatan siswa dalam diskusi juga masih perlu ditingkatkan.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk menyesuaikan jadwal, metode penyampaian materi, serta koordinasi dengan mitra setempat pada kegiatan berikutnya.
Secara keseluruhan, rangkaian Kukerta Berdampak FKP UNRI di Desa Teluk Kenidai menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, pendampingan keluarga, serta kesempatan belajar dan mempraktikkan perilaku sehat bagi berbagai kelompok masyarakat.
Pada akhir masa pengabdian, tim berharap materi dan sarana edukasi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Dukungan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, pihak sekolah, dan keluarga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan upaya pemeliharaan kesehatan di Desa Teluk Kenidai setelah masa Kukerta berakhir.***