Mahasiswa Kukerta Keperawatan UNRI Edukasi Pencegahan Karies Gigi di SDN 027 Parit Baru

datariau.com
143 view
Mahasiswa Kukerta Keperawatan UNRI Edukasi Pencegahan Karies Gigi di SDN 027 Parit Baru
Foto: Ist.
Mahasiswa Kukerta Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau Kelompok 1 melaksanakan edukasi pencegahan karies gigi kepada siswa kelas V SD Negeri 027 Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (2/10/2026).

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 Kelompok 1 melaksanakan edukasi pencegahan karies gigi kepada siswa kelas V SD Negeri 027 Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 25 siswa ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Keperawatan UNRI: Membangun Kampung Sehat, Inovatif dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ns. Arneliwati, M.Kep. Edukasi difokuskan pada upaya pencegahan karies atau kerusakan gigi yang kerap menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak usia sekolah.

Karies gigi perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan rasa nyeri, mengganggu aktivitas makan, serta memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi anak saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengertian karies gigi, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta berbagai langkah pencegahannya. Para siswa juga diajak mengenali kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis serta menyikat gigi dengan teknik yang kurang tepat.

Penyuluhan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi. Untuk mempermudah pemahaman siswa, mahasiswa memperagakan teknik menyikat gigi yang benar menggunakan model gigi sebagai media pembelajaran.

Melalui demonstrasi tersebut, siswa diperkenalkan pada cara membersihkan seluruh permukaan gigi dengan benar. Mahasiswa juga menekankan pentingnya membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Selain itu, siswa diingatkan agar membatasi konsumsi makanan dan minuman manis serta menjaga kebersihan rongga mulut secara teratur. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta Berdampak Fakultas Keperawatan UNRI Kelompok 1, Dr. Ns. Arneliwati, M.Kep., menegaskan bahwa pendidikan kesehatan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak usia sekolah.

“Menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu dibiasakan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami cara mencegah karies gigi, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arneliwati.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu keperawatan secara langsung di tengah masyarakat, khususnya melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

“Kegiatan Kukerta ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan, khususnya dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Kami berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi siswa serta mendorong peran guru dan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak,” tambahnya.

Untuk mengetahui efektivitas penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan evaluasi melalui tes awal atau pre-test sebelum penyuluhan dan tes akhir atau post-test setelah kegiatan selesai. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa mengenai pencegahan karies gigi setelah mengikuti edukasi.

Berdasarkan hasil evaluasi, persentase hasil pre-test tercatat sebesar 60 persen, sedangkan hasil post-test mencapai 90 persen. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar 30 poin persentase pada hasil evaluasi pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Hasil evaluasi ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang terukur setelah penyuluhan dilaksanakan. Meski demikian, pengukuran tersebut berfokus pada pengetahuan siswa dan belum secara langsung menunjukkan perubahan kebiasaan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Evaluasi tersebut juga menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas kegiatan pendidikan kesehatan pada masa mendatang, sehingga materi yang diberikan dapat semakin mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak.

Mahasiswa berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mendorong keterlibatan guru dan orang tua dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dukungan lingkungan sekolah dan keluarga dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program Kukerta Berdampak ini, mahasiswa Fakultas Keperawatan UNRI Kelompok 1 berharap siswa SD Negeri 027 Parit Baru semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang benar sebagai langkah pencegahan karies sejak dini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau kepada masyarakat melalui upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Program tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya kebiasaan hidup sehat pada anak serta berkontribusi terhadap tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.***

Penulis
: Khansa Zhafira
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)