KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI) menggelar edukasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) sekaligus membentuk tim first aider di MTsS Hadanah Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 83 siswa kelas VII, VIII, dan IX. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap kesehatan mental serta membangun lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan suportif.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi tentang pengenalan P3LP, pentingnya empati, cara mendengarkan tanpa menghakimi, menghargai perasaan teman, serta menjaga privasi orang yang sedang menghadapi kesulitan psikologis.
Mahasiswa juga mengenalkan prinsip Look, Listen, and Link sebagai langkah dasar memberikan dukungan psikologis awal. Look berarti memperhatikan kondisi dan kebutuhan teman, Listen menekankan pentingnya mendengarkan dengan empati, sedangkan Link berarti membantu menghubungkan teman dengan sumber dukungan yang tepat, seperti guru, orang tua, atau tenaga kesehatan.
Edukasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan. Pada 2024, Kemenkes menerbitkan Buku Saku Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP dan SMA sebagai panduan pengenalan P3LP.
Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan turut mengatur upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa, termasuk edukasi, deteksi dini, konseling, pertolongan pertama pada luka psikologis, dan dukungan psikologis awal.
Pengetahuan Siswa Meningkat
Pemahaman siswa terhadap materi P3LP dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi diberikan.
Sebelum kegiatan, sebanyak 58 siswa atau 69,88 persen berada dalam kategori pengetahuan sangat baik. Setelah edukasi, jumlah tersebut meningkat menjadi 79 siswa atau 95,18 persen, naik 25,30 poin persentase.
Sementara itu, jumlah siswa dalam kategori baik menurun dari 21 menjadi tiga orang, sedangkan kategori cukup turun dari empat menjadi satu orang. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama pada luka psikologis setelah mengikuti kegiatan.
Berkolaborasi dengan Sekolah dan Puskesmas
Selain edukasi, mahasiswa Kukerta berkolaborasi dengan pihak MTsS Hadanah Darussalam dan Puskesmas Gunung Sahilan dalam mendukung pembentukan tim first aider di sekolah.
Puskesmas Gunung Sahilan memberikan pembekalan khusus kepada anggota tim terpilih. Pembentukan tim tersebut juga diperkuat melalui penerbitan surat keputusan (SK) agar pelaksanaan pendampingan dapat berlanjut di lingkungan sekolah.
Kepala MTsS Hadanah Darussalam, Supriadi, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi P3LP dan pembentukan tim first aider dapat membantu siswa memperoleh pertolongan awal ketika menghadapi masalah psikologis.
“Dengan adanya edukasi P3LP dan pembentukan tim first aider, kami berharap siswa-siswi dapat memperoleh pertolongan awal ketika menghadapi masalah psikologis, dengan dukungan dari pihak sekolah dan Puskesmas,” ujarnya.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) MTsS Hadanah Darussalam, Zuprina dan Dewi, S.Pd., Gr. Dari pihak Puskesmas Gunung Sahilan, kegiatan didukung dr. Oktri Yetta Wimarti selaku dokter pada layanan kesehatan jiwa dan Neliati, Amd.Keb., selaku penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa. Kegiatan ini juga melibatkan Sri Widia Hastuti, Amd.Keb., selaku bidan desa.
Tim first aider diharapkan menjadi penghubung awal bagi siswa yang membutuhkan dukungan psikologis. Namun, P3LP bukan pengganti konseling maupun penanganan profesional. Siswa yang memerlukan bantuan lebih lanjut tetap perlu diarahkan kepada guru, keluarga, atau tenaga kesehatan yang berwenang.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Nurhannifah Rizky Tampubolon, M.Kep. Adapun mahasiswa yang terlibat yakni Teuku Arifatul Maulidan Anatha, Aliya Suci Ramadhani, Hesty Erikayani Gowasa, Hilga Anantania Sidauruk, Jihan Dwi Marshayunda, Sarah Filia Hutasoit, Siskayeni R., T.S. Mustika Ninu Maharani, Viona Meila Roza, dan Wardah Zahira Nabilla.
Melalui edukasi P3LP dan pembentukan tim first aider, mahasiswa Kukerta Berdampak Fakultas Keperawatan UNRI berharap tercipta lingkungan sekolah yang semakin peduli terhadap kesehatan mental. Upaya ini juga diharapkan membantu siswa memperoleh dukungan awal dan rujukan yang tepat ketika menghadapi permasalahan psikologis.***