KKN MAs 63 dan Warga Desa Bunsur Hidupkan Semangat Kemerdekaan

datariau.com
1.283 view
KKN MAs 63 dan Warga Desa Bunsur Hidupkan Semangat Kemerdekaan
Foto: Rahma Dania Riski Kamilah
Mahasiswa KKN MAs Kelompok 63 yang melaksanakan pengabdian berpartisipasi dalam upacara, baik sebagai peserta maupun pendukung.

SIAK, datariau.com - Desa Bunsur yang berada di Kecamatan Sungai Apit memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan semangat kebersamaan dan kebangsaan. Peringatan ini dimulai dengan pengibaran bendera merah putih di pagi hari. Perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat umum mengikuti upacara ini. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 63 yang melaksanakan pengabdian berpartisipasi dalam upacara, baik sebagai peserta maupun pendukung.

Upacara dilakukan dengan khidmat. Diiringi lagu Indonesia Raya yang menggema dengan penuh semangat, semua peserta berdiri tegak menghormati bendera merah putih. Momentum ini digunakan untuk mengingat jasa para pahlawan dan berterima kasih atas kemerdekaan yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia.



Setelah rangkaian upacara selesai kegiatan dihentikan sejenak untuk istirahat, tepat pukul 14.00 WIB, lomba khas 17 Agustus membuat desa kembali hidup. Beberapa perlombaan digelar antaranya lompat goni atau karung, makan kerupuk, lompat bola dalam kotak, bola dalam sudu atau sendok, topeng kerucut, tarik tambang, dan panjat pinang yang diikuti oleh anak-anak, remaja dan orang tua. Sore itu penuh dengan tawa dari penonton dan sorakan.

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 63 bersama pemuda berpartisipasi aktif dalam persiapan lomba. Mahasiswa menunjukkan semangat kebersamaan dalam interaksi langsung ini yang mempererat hubungan antara mereka dan warga desa. Kehadiran mahasiswa benar-benar mengubah perayaan tahun ini dan menambah semangat kemerdekaan.



Kegiatan 17 Agustus di Desa Bunsur memiliki tujuan sosial dan bukan hanya perayaan tahunan. Sementara upacara menanamkan rasa nasionalisme dan kesadaran sejarah, perlombaan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa solidaritas, kerja sama, dan gotong royong. Menghapus batasan usia dan latar belakang, momen ini menjadi ruang silaturahmi di mana anggota masyarakat dapat saling mengenal lebih dekat. Dari sudut pandang pendidikan masyarakat, partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan ini menunjukkan model pengabdian sosial-kultural dan akademis.

Penulis
: Rahma Dania Riski Kamilah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)