Harga 8 Buku Kurikulum 2013 Rp114 Ribu

1.365 view
Harga 8 Buku Kurikulum 2013 Rp114 Ribu
Suasana saat sosialisasi buku Kurikulum 2013 di SMKN 3 Pekanbaru. Hj Lionarmi tampak tengah memberi pengarahan ke sejumlah Kepala Sekolah. foto: Ade Lestari
PEKANBARU, datariau.com - Sebagai langkah awal sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,  PT Bawen Mediatama (BM) melakukan sosialisasi buku kurikulum 2013 kepada puluhan Kepala sekolah. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMKN 3 Pekanbaru, Rabu kemarin.

Sosialisasi buku kurikulum 2013 yang diikuti Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta se- Kota Pekanbaru ini, dimediasi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Prof DR Zulfadil SE MA, melalui Kasi Pengembangan SMA/SMK Dra Hj Lionarmi.

Dalam arahannya, menejemen PT BM Joko Susilo selaku distributor buku di 7 Kota/Kabupaten di Riau, mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk mendistribusikan buku kurikulum 2013 di tingkat SD, SMP, SMA/SMK.

"Untuk memperoleh buku kurikulum 2013, sekolah harus menyampaikan surat pemesanan kepada penyedia sesuai dengan jumlah siswa, guru kelas dan guru mata pelajaran," ujar Joko.

Adapun buku kurikulum 2013 yang akan didistribusikan untuk tingkat SMA/SMK, jumlahnya 8 buku mata pelajaran dengan harga Rp114 ribu sesuai dengan harga yang ditentukan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sampai ke sekolah-sekolah.

"Satu bulan belakangan ini PT BM diberi kepercayaan untuk mendistribusikan buku di 7 Kota/ Kabupaten. Yakni, Pekanbaru, Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil, Siak, Meranti dan Rokan Hilir," ulasnya.

Ketika ditanya kenapa tidak semua kota/kabupaten di Riau, Joko Susilo mengatakan, "Itulah yang tidak bisa saya jawab. Mungkin sudah ada yang ditunjuk sebelumnya," ungkapnya.

Sementara itu, Lionarmi menjelaskan pengadaan buku kurikulum 2013 ini dicetak oleh Gramedia Group. Untuk pendistribusiannya PT BM yang ditunjuk. Untuk membeli buku ini, sekolah menggunakan dana BOS Semester I (Juni-Desember) sesuai dengan surat edaran dari Kemendikbud.

"Sebelum mereka mendapatkan buku ini kemarin mereka menggunakan shoft-copy yang dikirim ke sekolah-sekolah dari kementerian melalui dinas. Lionarmi juga menambahkan, shoftcopy yang digunakan disesuaikan dengan materi yang disampaikan ke guru dan siswa," ujar Lionarmi. (*)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)