DATARIAU.COM - Senin, 23 Mei 2021 Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat UIN SUSKA Riau atau biasa di kenal dengan LPRPM UIN SUSKA Riau sukses gelar kelas intensif kepenulisan untuk memeriahkan momentum hari kebangkitan nasional dengan tema ?Mewujudkan Momentum Kebangkitan Nasional dengan Melahirkan Penulis Unggul di Era 4.0?. acara yang di taja oleh Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat UIN SUSKA Riau atau biasa di kenal dengan LPRPM UIN SUSKA Riau itu didakan untuk melahirkan penulis-penulis professional di kalangan mahasiswa dan juga kalangan umum.
Kelas intensif yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat UIN SUSKA Riau atau biasa di kenal dengan LPRPM UIN SUSKA Riau itu medapatkan antusias yang sangat luar biasa dari para peserta. Hal itu dapat di lihat dari jumlah peserta yang hadir berkisar lebih dari 50 orang dan juga tidak hanya kalangan mahasiswa UIN SUSKA Riau saja yang menghadiri acara tersebut. Ada juga mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Jambi. Acara yang diselenggarakan oleh LPRPM atau Lembaga Pengembangan Riset dan Pengabdian Masyarakat tersebut membahas hal-hal yang berkenaan dengan kepenulisan. LPRPM UIN SUSKA RIAU menghadirkan narasumber Nur Fadillah, S.H. selaku alumni UIN SUSKA RIAU pada Program Studi Hukum Tata Negara Siyasah Guna berbagi ilmu, tips, dan trik dalam menulis. Nur Fadillah merupakan seorang penulis dari tiga buah buku yang berjudul: Musim Yang Hilang, Atas Nama Takdir dan Aku Kau dan Semesta
Selain itu, Nur Fadillah juga pernah memperoleh beragam prestasi yang identik dengan kepenulisan. Fadillah memaparkan materi secara detail, mulai dari mengapa kita harus menulis hingga bagaimana cara menjadi penulis yang baik. Fadillah menyebutkan 4 hal yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi penulis yang baik. Pertama, niatkan diri berkarya untuk banyak orang. Kedua, konsisten dalam menjaga kualitas dalam menulis. Ketiga, bermental baja yang artinya harus siap untuk dikritisi demi mendapatkan hasil yang terbaik. Keempat, rajin membaca karena tidak akan ada penulis yang hebat tanpa pembaca yang hebat.

Kelas intensif yang di taja oleh LPRPM UIN SUSKA Riau juga mendapatkan sambutan positif, salah satunya dari Surya Aditya Mahasiswa UIN SUSKA Riau selaku panitia yang mengemukakan sebuah komentar:
"Alhamdulillah dalam acara kami pada tgl 23 mei 2021 berlangsung sangat lancar dan kondusif meskipun ada beberapa kesalahan teknis yang lumrah terjadi dalam acara webinar ,selama acara tersebut awalnya saya tidak memiliki ekspetasi tinggi terhadap yang hadir pada acara tersebut,dan ternyata peserta yang menghadiri bukan hanya mahasiswa/i dari Riau melainkan ada juga berasal dari Jakarta,Saya yang sebagai panitia dan pertama kali dalam penyelanggaraan webinar ini sangat banyak keuntungan bagi saya dari segi ilmu maupun pengalaman dalam kepanitiaan".
Acara tersebut diadakan oleh LPRPM UIN SUSKA Riau pada hari Minggu, 23 Mei 2021 va Google Meet pada pukul 09:00 WIB dengan mengusung tema seputar hari kebangkitan nasional yang diharapkan dapat menjadi penyemangat para peserta dalam bidang kepenulisan di era 4.0. selain itu juga Nurfajri yang merupakan ketua pelaksana acara ini menyampaikan bahwa acara tersebut diadakan untuk melatih peserta di mana saat ini dunia kepenulisan sedang naik daun. Oleh karenanya dengan perkembangan zzaman yang semakin canggih juga di butuhkan penulis-penulis professional untuk mewarnai kehidupan di era 4.0. hal itu senada dengan apa yang di utarakan MIftahul Huda yang merupakan ketua umum LPRPM 2021-2022 yang dalam kata sambtannya mengharapkan bahwa momentum hari kebangkitan nasional haruslah di isi dengan prestasi dan kelebihan di dunia keilmuwan. Kalau dahulu pejuang bangsa berjuang dengan senjata. Maka hari ini kita berjuang dengan ilmu dan pena yang kita miliki masing-masing.
Acara tersebut juga kedepannya diharapkan harus terus di gelar karena sebagaimana yang di kutip dari pendapat salah seorang peserta dalam kelas intensif kepenulisan yang di taja LPRPM UIN SUSKA Riau Yuan Dira yang mengemukakakn bahwa acara postif terutama di masa pandemic ini harus terus menerus di laksanakan untuk melahirkan penulis-penulis unggul dan mengisi waktu selama masa pandemi covid-19 yang mana kegiatan secara langsung sangat terbatas. Selain itu Yuan Dira juga menambahkan:
?Dari ka fadillah, saya menyadari bahwa menulis bukanlah suatu hal yang berat karena bisa dimulai dengan hal hal yang kecil untuk dijadikan suatu karya. Sekecil apa apapun itu kita harus tetap konsisten dan menghargai prosessnya. Dari ka fadillah kita sedikit banyak nya membuka pikiran kita, termotivasi untuk menulis dan juga mengukir prestasi.?
Selain itu peserta kelas intensif kelas kepenulisan yang di taja oleh LPRPM Putri Ayu juga berkomentar:
?Tidak ada kata terlambat untuk meraih apa yg kita impikan. Seperti halnya menulis. Dari beliau saya belajar memahami bagaimana bentuk suatu objek ,jika kita membuka pemikirian kita maka objek besar akan bisa kita kumpulkan menjadi sebuah kumpulan2 dimana akan menghasilkan suatu karya yg dapat dilihat oleh orang banyak. Dan dari kak fadillah, sedikit bnyaknya ,dpat membangkitkan semangat menulis kita untuk terus mengukir prestasi.?
Kelas Intensif Kepenulisan yang di taja oleh LPRPM UIN SUSKA Riau ini adalah sebuah ikhtiar pengembangan keilmuan untuk para mahasiswa, pelajar dan masyarakat bahwa LPRPM UIN SUSKA sebagaimana terbentuk memiliki dua misi utama yaitu sebagai lembaga yang mewadahi pengembangan riset dan sebagai lembaga yang menyalurkan pengabdian kepada masyarakat itu sendiri. Dan sebagaimana moto dari LPRPM bahwa kreatif dalam berkarya dan loyal dalam mengabdi benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas demi kemajuan bangsa Indonesia. (ril)