Wabah Corona, Libur Sekolah di Perpanjang, Ini Tanggapan Para Guru

Datariau.com
2.970 view
Wabah Corona, Libur Sekolah di Perpanjang, Ini Tanggapan Para Guru
Sumber: Tifani Irdiyawan, S.Pd

DATARIAU.COM - Dampak Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona, bagi Tenaga Pendidik cukup besar. Siswa yang baru saja menyelesaikan Penilaian Tengah Semester II dan siap untuk melanjutkan materi pelajaran tiba-tiba harus diliburkan selama dua pekan mengikuti arahan dan instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar mengkarantina diri dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.


Pemindahan Proses Belajar Mengajar  dari sekolah ke rumah terhitung 14 hari dimulai sejak tanggal 16 Maret 2020 hingga 30 Maret 2020, bahkan kini telah diperpanjang hingga tanggal 19 April 2020. 


"Bukan waktu yang singkat memang, tetapi bagi kami Guru di Riau khususya Pekanbaru, libur diluar jadwal Kalender Pendidikan ini bukanlah suatu hal baru. Riau yang terkenal dengan bencana lokal Kabut asapnya membuat kami cukup kebal menghadapi permasalahan ini," ujar Tifani Irdiyawan SPd selaku Guru di salah satu sekolah Swasta di Pekanbaru.


Di Riau terutama di Kota Pekanbaru sendiri metode belajar Daring/e-learning sudah diterapkan dan masih dalam tahun ajaran yang sama yaitu pada Semester I. Namun Kendala yang dihadapi tidak cukup hanya dengan kecanggihan teknologi yang ada saja tidak akan sepadan dengan pertemuan tatap muka antara Pendidik dengan siswa secara nyata.  


"Banyak kerugian yang dirasa mulai dari tidak maksimalnya guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan dengan e-learning sendiri tidak semua orangtua berkesempatan dan membimbing siswa untuk belajar dan menyelesaikan beberapa tugas tepat waktu," kata Cici Oktari SPd.


Virus Covid-19 ini memang memberikan dampak besar terhadap Tenaga Pendidik. Terdapat banyak keluhan mengenai tidak tercapainya materi Pembelajaran sesuai rencana pembelajaran yang telah ditetapkan karena waktu belajar efektif telah terpangkas karena libur yang sangat lama. Jika proses proses pembelajaran kembali normal pun dapat dipastikan tidak ada lagi waktu untuk mengulang pelajaran, terlebih waktu pelaksanaan Penilaian Akhir Semester 2 sudah semakin dekat.


"Tapi kami bersyukur semua orang tua melek internet. Setidaknya sekarang kita sama-sama melakukan yang terbaik dan menjalin kerjasama yang baik antara Guru dan Orang tua," Tutur Tifani Irdiyawan SPd yang juga selaku Waka Kurikulum.


"Guru tetap bertanggung jawab melaksanakan tugas dalam keadaan terbatas, dan orang tua menjadi perpanjangan dalam proses pembelajaran dengan mengawasi dan membimbing ananda belajar di rumahm" ujarnya.


"Hikmahnya, penerapan Kurikulum 2013 yang meminta peran orang tua secara langsung dalam perkembangan Sikap, Sosial, Kognitif, dan Keterampilan anak benar-benar terealisasi. Bahkan orang tua dapat melakukan assesment kepada anaknya secara langsung sehingga mengetahui dan merasakan sendiri pemahaman dan kemampuan anak sesungguhnya," pungkasnya.


*Penulis: Mahasiswa Universitas Islam Riau, Moch Haqi Prada Mahendra.

Penulis
: Moch
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Pekanbaru
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)