Mengaku Tidak Sengaja Pukul Siswanya, Seorang Guru di Pelalawan Dilaporkan ke Polisi

datariau.com
1.287 view
Mengaku Tidak Sengaja Pukul Siswanya, Seorang Guru di Pelalawan Dilaporkan ke Polisi
Illustrasi

PELALAWAN, datariau.com - Terkadang seorang guru tengah tidak stabil emosinya sehingga tanpa sadar terlalu keras terhadap siswanya. Akibatnya, sang guru harus dihadapkan ke perkara hukum dan bahkan terancam di penjara.

Seperti dialami seorang guru SDN Bernas Pelalawan yang dilaporkan ke Polisi akibat diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap muridnya. Sang guru mengaku pasrah dan tidak tahu harus berbuat apalagi, sebab tindakan tersebut dilakukan tidak sengaja dan spontanitas dengan maksud untuk memberikan sanksi agar siswa tersebut tidak keluar masuk kelas.

"Saya tidak sengaja bang, karena pada saat itu memang sedang berlangsung ujian di kelas tersebut namun siswa tadi keluar masuk dan sudah ditegur beberapa kali, jadi saya spontan saja tanpa ada maksud tertentu," ujarnya kepada datariau.com, kemarin.

Hal senada juga dikatakan oleh beberapa siswa SDN Bernas yang sempat diwawancarai Datariau.com, Sabtu (24/9/2016). Mereka tampak tidak percaya jika guru yang selama ini terlihat sangat supel, suka bercanda, namun dikabarkan telah terlibat kasus pemukulan kepada seorang siswa.

"Guru (yang diduga memukul siswa) itu baik kok om, ya kalau marah juga gak marah beneran, suka becanda paling kami hanya digelitik," ujar anak-anak tersebut dengan polos.

Menanggapi hal ini, Ketua Persatuan Juranalis Indonesia (PJI) Pelalawan Rahmad Faisal meminta aparat pengak hukum objektif dan benar-benar adil. Sehingga kasus ini tidak mencoreng nama baik dunia pendidikan. Jika memang guru dengan sengaja dan memiliki riwayat tempramental suka memukul anak, maka wajar diberikan sanksi, namun ketika dilakukan spontanitas, maka lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan dan orangtua siswa hendaknya juga bijaksana, apa yang dilakukan guru semata-mata ingin anak-anak mereka menjadi orang yang tertib.

"Saya harap aparat penegak hukum bisa profesional dalam menangani kasus ini, apalagi mengingat program 100 hari kerja Kapolri yang sedang berjalan. Kemudian kalau bisa dimediasi dan selesaikan secara kekeluargaan lebih bagus lagi demi terjaganya nama baik dunia pendidikan," pungkasnya.

Penulis
: Angga
Editor
: Riki
Tag:Guru
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)