Kemudian, sebut Ayu pelatihan diisi tiga orang narasumber yakni Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd, Alber, S.Pd., M.Pd dan Fatmawati, S.Pd., M.Pd dibantu dua orang mahasiswa FKIP UIR Asmarita Sandopa, Mesi Silvia.
Berdasarkan pendataan dan observasi, tim pelatihan menemukan beberapa hal yang menjadi permasalahan.
"Ternyata, banyak guru masih buta tentang artikel ilmiah. Ini disebabkan pola pikir guru yang beraggapan bahwa penulisan artikel ilmiah tidak menjadi tuntutan dalam karier mereka sebagai tenaga pendidik di sebuah yayasan. Tugas mereka hanya seputar aktivitas mengajar saja sehingga hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dianggap tidak penting," jelasnya.
Selain itu sambung Ayu, rata-rata guru kesulitan memulai menulis artikel ilmiah meskipun artikel tersebut hanya mengubah penelitian (skripsi) mereka ketika menyelesaikan sarjana.
"Hampir semua guru kesulitan menyusun kalimat sesuai templat yang ditentukan. Apalagi menjadikannya sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan tanda baca pun belum mereka kuasai sepenuhnya," terangnya.

Ayu menyimpulkan, berdasarkan hal tersebut pelatihan memang diperlukan. Kegiatan pelatihan ini penting bagi peserta guna meningkatkan ilmu pengetahuan mereka tentang ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti penggunaan kalimat efektif dan tanda baca yang nantinya akan meningkatkan keterampilan menulis mereka.
"Jika guru-guru itu terampil menulis artikel dan menerbitkanya, tentu dapat meningkatkan kinerja dan taraf hidup guru yang bersangkutan," ungkapnya.
Kemudian, tambah Ayu, berdasarkan kriteria keberhasilan, guru-guru Sekolah Dasar YKPP di Kota Dumai telah dapat menulis artikel ilmiah. Hal tersebut ditunjukkan dari artikel ilmiah telah mereka selesaikan.
"Guru-guru tersebut telah mampu menempatkan tanda baca dengan tepat, menyusun kata per kata sesuai ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menulis artikel sesuai sistematika yang diinginkan. Dengan demikian maka kegiatan pelatihan ini dapat dikatakan berhasil dengan baik," tutupnya.