APBD Rohul 2018 Belum Berjalan, Perekonomian Masyarakat Terganggu

datariau.com
1.014 view
APBD Rohul 2018 Belum Berjalan, Perekonomian Masyarakat Terganggu

PASIR PANGARAIAN, datariau.com - Belum berjalannya APBD Rokan Hulu (Rohul) 2018 hingga saat ini, menyebabkan perekonomian masyarakat di Rohul dari segala sektor, terganggu. Bahkan, sejumlah pedagang dan pelaku usaha kini mengalami sepi aktifitas jual beli.

Bupati Rohul H Sukiman yang dikonformasi terkait kapan APBD Rohul 2018 sudah bisa dilaksanakan, menyatakan, agar APBD Rohul bisa dilaksanakan butuh proses.

Bupati Sukiman menyatakan, diperkirakan pekan ini akan diupayakan APBD Rohul 2018 sudah bisa dimanfaatkan dan digunakan, untuk seluruh kegiatan pembangunan, termasuk gaji tenaga honrer serta tunjangan PNS di jajaran Pemkab Rohul.

“Kita akan upayakan, agar ABPD Rohul 2018 bisa digunakan. Karena butuh proses, seluruhnya agar bersabar,” itu dikatakan Bupati Sukiman kepada sejumlah wartawan.

Dampak belum berjalannya APBD Rohul, ternyata sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian masuyarakat. Terutama, bagi masyarakat serta pelaku usaha yang ada di Rohul. Bukan hanya itu, di tingkat pemerintahan Kecamatan, desa hingga kelurahan juga mengalami hal yang sama.

“Kalau saat ini karena APBD belum bisa cair, kita ngutang dulu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu sering kita lakukan, bila honorer belum dicairkan bahkan pernah ngutang di kedai hingga 3 bulan,” sebut Edi, Senin (5/3/2018), salah seorang tenaga honorer di jajaran Pemkab Rohul, yang sudah sejak dua bulan belum menerima honorer.

Sementara, dari pedagang sendiri juga mengalami hal sama. Dimana daya beli masyarakat turun dratis, hal itu disebabkan seperti tenaga honorer belum menerima gaji.

“Cukup menganggu ekonomi, terutama bagi pedagang seperti kami ini. Daya beli masyarakat menurun drastis, kita berharap Bupati Rohul bersama DPRD Rohul bisa segera menetapkan agar APBD Rohul 2018 bisa segera digunakan,” harap C Harahap seorang pedagang kelontong di Pasar Lama Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah.

Juga dirasakan ibu rumah tangga, seperti diakui Sany, warga Dusun Pasir Putih Barat, Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, saat ini dirinya terpaksa harus pinjam dengan rekan-rekan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bahkan, itu sudah dilakukannya sejak awal Januari 2018 lalu, karena dampak belum cairnya APBD Rohul.

“Saya selain ibu rumah tangga, juga jual kue dititipkan ke warung dan kedai-kedai. Belakangan ini masyarakat sulit sekali, bahkan itu dampak terhadap dagangan kue saya. Biasanya setiap hari dari 30 hingga 40 kue yang dititipkan di 8 kedai atau warung habis, kini banyak tersisa. Karena masyarakat banyak cendrung beli untuk kebutuhan sehari-hari mereka ketimbang beli kue,” ucap Sany.

Penulis
: Deddy
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:Rohul
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)