Peserta BPJS Dipersulit Rumah Sakit Saat Berobat

1.828 view
Peserta BPJS Dipersulit Rumah Sakit Saat Berobat
BPJS.
PEKANBARU, datariau.com - Pemerintah terus menggencarkan agar masyarakat secara keseluruhan tergabung dalam kepesertaan BPJS. Namun dari pengalamanan masyarakat peserta BPJS, banyak mendapat perlakuan tidak menyenangkan di rumah sakit.

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi misalnya, ia terus mengimbau warga untuk segera menjadi peserta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Karena menurutnya, warga perlu mengantongi kartu BPJS mengingat mahalnya biaya kesehatan saat ini.

"Untuk orang yang berduit tentu tak masalah. Namun bagi yang kurang mampu tentu sangat memberatkan, apalagi kalau sakitnya parah seperti kanker. Makanya warga kita himbau untuk menjadi peserta BPJS," kata Ayat Cahyadi, Rabu (5/2/2015).

Salah seorang pasien BPJS Gusti Irawan (40) mengeluhkan buruknya pelayanan yang diterima dirinya dan keluarga selaku pemegang kartu BPJS. Dirinya seperti dianaktirikan dalam pelayanan BPJS di rumah sakit.

"Saya bawa bapak saya berobat, kata dokter harus dirawat inap, karna bapak saya ikut BPJS kelas I saya tanya ke perawat jaga, perawatnya bilang kalau kamar kelas I lagi penuh, kalau mau mengunggu mungkin ada, saya putuskan untuk menunggu, namun setelah hampir 4 jam dari jam 1 siang sampai jam 5 sore, kamar belum juga ada yang kosong," ceritanya.

Kemudian, saya Gusti menanyakan lagi ke perawat, dia menawarkan rujuk saja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. Dengan penuh harap Gusti pun menelpon pihak RSUD Arifin Achmad untuk menanyakan kamar rawat inap, rupanya juga kosong.

Dirinya merasa sangat kecewa lantaran sudah berjam-jam menunggu tetap tidak ada, akhirnya dia memutuskan untuk berobat rawat jalan. Namun ada yang menohok bathinnya saat memutuskan membawa orangtuanya pulang.

"Tiba-tiba setelah saya putuskan bawa bapak pulang, ada pasien lain yang datang dan mencari kamar kelas I juga, eh ternyata ada kamarnya, saya coba tanya sama perawatnya lagi, dia bilang untuk BPJS tak ada kamar bang, sakit hati saya, bukannya kami tak ada duit, tapi jangan kayak ginilah caranya, kan BPJS itu pemerintah yang menyuruh," kata pria tegap ini berapi-api.

"Katanya membantu masyarakat, tahunya bantu ecek-ecek saja, kalau tahu tak usah saja BPJS, jelas duit keluar tapi dilayani dengan baik," gerutunya. (wan)