PEKANBARU, datariau.com - Pemegang Kartu Sehat Pintar yang merupakan program Fikri Wahyudi Hamdani SSos, saat menjadi calon legislatif 2014 kemarin, diminta untuk segera meregistrasi di Klinik Pekanbaru Sehat Madani.
"Dari 2000 kartu yang kita bagikan, baru 600 kartu yang diregistrasi. Maka kepada masyarakat yang memegang kartu tersebut segera registrasi ke Klinik Pekanbaru Sehat Madani di Jalan Arifin Achmad nomor 113 E samping Kobelco," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Fikri Wahyudi, Sabtu (29/11/2014).
Politisi Partai NasDem ini mengatakan, bahwa kartu tersebut merupakan programnya sewaktu kampanye dahulu. Dimana, 2000 keping Kartu Sehat Pintar, dibagikannya kepada masyarakat di Daerah Pemilihan Pekanbaru 4 (Kecamatan Bukit Raya dan Marpoyan Damai).
"Kartu ini dibagikan kepada konstituen seminggu sebelum pemilihan. Sebanyak 2000 kartu kita bagikan untuk masyarakat daerah pemilihan saya di Bukit Raya dan Marpoyan Damai. Kartu itu kita buat sebelum ada BPJS, terlepas mereka pilih saya atau tidak, jika mereka punya kartu itu maka bisa dimanfaatkan dengan cara diregistrasi terlebih dahulu," ungkapnya.
Diterangkan Yudi, dalam memperoleh Kartu Sehat Pintar tersebut dahulunya, Yudi mengerahkan tim sukses. Dimana, masyarakat yang bersedia memberikan suara kepada Fikri Wahyudi, berhak memperoleh kartu tersebut.
Program ini dibuat Yudi semata-mata agar apa tujuan utama ia maju sebagai Wakil Rakyat adalah untuk mensejahterakan rakyat terutama konstituennya, maka dengan programnya ini, diharapkan agar masyarakat yang menjadi konstituennya mendapat pelayanan kesehatan dengan baik, karena saat itu belum ada BPJS.
"Kartu itu cuma satu, bukan dua. Kita beri nama Kartu Sehat Pintar. Syarat mendapatkan kartu itu dulunya masyarakat mengisi formulir, kartu itu tak bisa dipindahtangankan, syaratnya fotokopi KK dan KTP. Dalam satu KK hanya satu orang yang dapat," paparnya.
Kedepan, tambah Fikri, ketika 2000 kartu ini telah diregistrasi secara keseluruhan, maka pihaknya akan mengoptimalkan lagi dengan menambah kuota. Jika saat ini dalam satu KK hanya satu orang yang terdaftar, maka kedepan Fikri Wahyudi akan mengupayakan untuk menambah anggota keluarga masyarakat yang bisa bergabung dalam program tersebut.
Maka dari itu, masyarakat pemegang kartu tersebut diharapkan untuk segera meregistrasi. Kartu yang berwarna biru ditukar nantinya menjadi warna putih sebagai bukti registrasi dan nanti akan dicetak kartu permanen.
"Kita akan upayakan agar mendapatkan bantuan dari pihak ketiga juga. Termasuk kita upayakan anggaran nanti, tentu di APBD berikutnya, karena APBD sekarang kan sudah diketuk palu," tuturnya.
Direktur Klinik Pekanbaru Sehat Madani Yulia Sari, mengatakan bahwa untuk registrasi Kartu Sehat Pintar program Fikri Wahyudi di klinik tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis.
"Silahkan regstrasi, kita buka setiap hari sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Untuk berobat pun ada 2 dari 5 dokter kita stembai di klinik serta dibantu bidan dan perawat," ungkap Yulia.
Salah seorang pengguna Kartu Sehat Pintar Adrison, mengaku terbantu atas keberadaan kartu program Fikri Wahyudi tersebut. Dirinya yang memang sejak pemilu legislatif dahulu mempercayakan suaranya kepada Fikri Wahyudi, merasa puas dan tak menyesal dengan pilihannya ini.
"Saya sudah mendapatkan bukti dan memang sangat bermanfaat sekali. Mudah-mudahan besok bisa bertambah untuk anggota keluarga saya lainnya," ungkap Adrison, bapak dengan empat orang anak ini yang bermukim di Kelurahan Maharatu Marpoyan Damai.
Dikatakannya, pertama berobat menggunakan kartu tersebut memang klinik mengatakan belum bisa karena harus diregistrasi terlebih dahulu. Maka dirinya melakukan registrasi dengan memperlihatkan fotokopi KK dan KTP. Tak sampai lima menit proses registrasi pun selesai dan Adrison langsung diperiksa.
"Karena saya sering sakit kepala, dokter cek gula, darah semua normal, eh rupanya kolestrol saya naik. Maka saya diberikan obat dan sekarang saya sudah sembuh. Pelayanannya bagus dan gratis pula," bebernya.
Fikri Wahyudi memang fokus di bidang sosial, setelah duduk sebagai Anggota DPRD Kota Pekanbaru, ia langsung mendirikan klinik dan diresmikan oleh Walikota Pekanbaru dan dihadiri hampir seluruh Anggota DPRD Kota Pekanbaru. Klinik tersbeut memang menampung konstituen yang memegang Kartu Sehat Pintar yang digagasnya saat kampanye dahulu.
Namun belakangan, ada 20 orang yang mengaku dari Kecamatan Bukit Raya mendatangi kantor Partai NasDem di Jalan Gajah Mada. Mereka membawa kartu tersebut dan menyebut kartu itu tak bisa digunakan.
Seorang warga yang memegang kartu tersebut yang merupakan tim sukses Fikri Wahyudi, mengaku bahwa dirinya dahulu yang membagikan kartu tersebut kepada masyarakat. Pemberian dilakukan dua pekan sebelum pencoblosan.
Ketika Fikri Wahyudi telah duduk di DPRD Kota Pekanbaru, masyarakat pun langsung mencoba Kartu Sehat Pintar tersebut, namun ditolak karena belum diregistrasi. (rik)