Disnaker Akui Sebagian SPA di Pekanbaru tak Serahkan Data Naker

2.829 view
Disnaker Akui Sebagian SPA di Pekanbaru tak Serahkan Data Naker
Ilustrasi. (net)
PEKANBARU, datariau.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja Jhoni Sarikoen mengatakan, Disnaker Kota Pekanbaru, sejauh ini belum mengetahui pasti berapa jumlah tenaga kerja (naker) yang terdaftar di usaha SPA yang ada di Pekanbaru.

Bahkan diakuinya, saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan dan pendataan jumlah tenaga kerja terhadap beberapa usaha tempat pijat atau SPA di sejumlah tempat di Pekanbaru.

"Saat ini kita masih menghitung tenaga kerja, seperti pada PT Dua Jempol, manajemen usaha dari Delta SPA, dan juga beberapa usaha SPA lainnya seperti Diamond serta Glamour SPA," ujar Jhoni Sarikoen, pada wartawan Jumat (5/9/2014).

Diterangkan Jhoni, seperti Delta SPA, yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, belum memiliki data tenaga kerja di Disnaker. Artinya tempat usaha tersebut   diduga ilegal. Hal ini diperkuat lagi setelah adanya razia yang dilakukan oleh tim yustisi beberapa hari lalu.

"Dalam razia itu, petugas menemukan beberapa pekerja wanita muda yang dipekerjakan untuk melayani tamu, mereka setelah didata ternyata tidak memiliki identitas diri seperti KTP," kata Jhoni.

Selain itu, Delta SPA juga diduga izinnya tidak lagi diperpanjang. "Sampai saat ini kita belum mengetahui berapa jumlah tenaga kerja di usaha SPA yang ada. Begitu juga tentang PT Dua Jempol tersebut yang diperlihatkan pihak manajemen," ujar Sarikoen menambahkan.

Dijelaskan Sarikoen, pihaknya saat ini terus melakukan pengecekan terkait tenaga kerja yang ada di Delta SPA tersebut. "Kita belum mendapatkan berapa jumlah tenaga kerja yang ada. Hasilnya diketahui setelah adanya pengecekan paling lambat Senin depan," sebut Jhoni.

Ditambahkan Jhoni lagi, pihaknya berharap kepada pihak manajemn Delta agar mendata dan menyerahkan berapa jumlah pekerja yang ada di Delta SPA tersebut ke Disnaker. "Kita imbau pihak Delta bisa berkordinasi agar menyerahkan data semua tenaga kerja," tambahnya. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)