PEKANBARU, datariau.com - Beberapa hari kedepan, Tim Yustisi Pemko Pekanbaru mengggelar razia KTP. Bagi yang berkendara atau berjalan tanpa membawa identitas maka akan didenda Rp50 ribu.
Razia ini sudah dimulai pagi Kamis kemarin. Tim Yustisi yang terdiri Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan petugas Kepolisian dari Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya melakukan razia KTP di depan purna MTQ Pekanbaru.
Dalam razia, terjaring ratusan pengendara yang tak memiliki KTP dan KTP luar Kota Pekanbaru. "Mereka yang kedapatan tidak memiliki KTP didenda Rp50 ribu sedangkan untuk pendatang yang masih mengantongi KTP luar Pekanbaru dan provinsi lain, sementara yang bersangkutan bekerja di Pekanbaru kami hanya memberi peringatan tegas untuk meminta mereka agar segera mengurus KTP Pekanbaru," kata Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian.
Razia ini digelar, terang Zulfahmi dengan panggilan gaulnya Zoel ini, guna mengantisipasi banyaknya pendatang dari luar Riau yang masuk Pekanbaru. Sehingga pihaknya perlu mengontrolnya dengan cara melakukan razia identitas diri seperti ini. Razia ini, lanjut Zulfami merupakan upaya mereka untuk menegakkan Perda nomor 5 tahun 2008.
"Pekanbaru merupakan kota yang cukup berkembang. Setiap tahunya kita perkirakan pendatang yang tiba di Kota Pekanbaru ini mencapai angka sekitar 3000 jiwa sampai 4000 jiwa," terangnya.
Zoel juga mengungkapkan, dalam waktu dekat, pihaknya agak mengelar razia serupa di beberapa kecamatan di Pekanbaru. Khususnya di kemcamatan Tampan, Rumbai dan Bukit Raya. Selain itu, Satpol PP Pekanbaru dan dinas terkait juga akan merazia KTP ke sejumlah tempat keramaian. Sepeti di pusat perbelanjaan, Mal dan Pasar.
Salah seorang pengendara yang turut diberhentikan, Devi (45) warga Pandau Permai mengaku tidak tahu kalau ada razia KTP. Dirinya merasa terkejut saat melintas diberhentikan oleh petugas.
"Saya tak tahu kalau ada razia, mana saya tak punya KTP Pekanbaru lagi, tapi petugasnya baik kok, cuma dingatkan untuk secepatnya membuat KTP Pekanbaru," kata ibu muda yang mengaku berasal dari Payakumbuh ini. (wan)