Subsidi BBM Ditarik, Rakyat Tercekik

Admin
332 view
Subsidi BBM Ditarik, Rakyat Tercekik
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Harga BBM jenis Pertalite hingga Pertamax naik mulai pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9/2022) lalu. Menteri ESDM Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik, antara lain Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Kenapaa sih BBM naik terus? Yang katanya 70% Subsidi tidak tepat sasaran dinikmati warga mampu yang memiliki mobil-mobil pribadi. Namun faktanya bukan hanya BBM yang naik tetapi harga bahan pokok pun juga ikut naik.

Anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan akan meningkat terus. Tapi pemerintah mengalihkan isu tersebut dengan bantuan sosial berupa BLT sebesar Rp 600.000.

Lalu pertanyaannya, apakah bantuan tersebut sudah tepat sasaran?

Apakah bentuan itu bisa berlaku jangka panjang?

Tentu saja kenaikan harga BBM ini sangat merugikan rakyat kecil, khususnya mahasiswa yang tiap hari harus ke kampus menggunakan kendaraan bermotor.

Banyak mahasiswa yang mengeluh akan naikknya harga BBM ini, belum lagi makan mereka dan kebutuhan lainnya juga akan ikut naik dampak dari kenaikan harga BBM.

Apalagi masyarakat saat ini baru saja pulih dari krisis ekonomi dampak dari pandemi Covid-19. Apabila pemerintah beralasan menghapus subsidi hanya karena beban APBN, maka seharusnya pemerintah bisa mengalihkan subsidi dari proyek lain ke arah BBM.

Mau sampai kapan BBM terus naik begini?

Apakah ada solusi yang akan diberikan pemerintah untuk kebiajakan ini?

Kalau memang bantuan sosial berupa BLT tadi itu bisa mempermudah masyarakat, pemerintah harus teliti lagi akan data masyarakat yang akan dapat bantuan tersebut dan jangan sampai salah sasaran.

Penulis: Muhammad Yahya (Mahasiswa Universitas Riau)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)