Peningkatan Pembangunan pada Perbaikan Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Datariau.com
2.757 view
Peningkatan Pembangunan pada Perbaikan Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi (Foto: Internet)

Ketiga, adalah tidak adekuatnya praktik Pemerian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA), kurangnya asupan makanan bergizi pada ibu hamil dan menyusui, serta pola asuh yang kurang baik. Hampir setengah bayi di Indonesia (48%) mendapatkan makanan leih awal dari usia yang seharusnya (< 6 bulan) dan makanan yang diberikan tersebut tidak tepat untuk pertumbuhan dan perkembangannya. SKDI 2012 menunjukkan bahwa hanya 23% anak usia 6-8 bulan mengkonsumsi makanan yang bervariasi, terdisi dari 4-5 kelompok pangan. Akar masalah bean gizi ganda adalah kemiskinan dan ketimpangan social, kecendrungan demografi, urbanisasi, masalah social dan budaya serta situasi darurat (bencana alam, konflik sosial, krisis kesehatan, dll).

Upaya yang Dilakukan


Komitmen pemerintah untuk upaya perbaikan gii masyarakat sangat tinggi yang tercermin dengan menetapkan stunting dan wasting sebagai sasaran utama pembbangunan kesehatan dalam RPJMN 2020-2024. Kementrian kesehatan melalui Rencana Strategis Kementrian tahun 2020-2024 berkomitmen untuk mendukung pencapaian target perbaikan gizi yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 yaitu menurunkan prevalensi stunting dan wasting pada balita masing-masing menjadi 14% dan 7% pada tahun 2024.

Selain itu, untuk mendukung tercapainya percepatan perbaikan gizi terutama penurunan stunting, pemerintah juga melanjutkan iisiatif Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting sebagai bagian dari kapanye anti-kemiskinan yang lebih luas dari Pemerintah. Ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan konvergensi lintas berbagai sektor. Pada tahun 2020, gerakan ini akan dilaksanakan di 260 kabupaten prioritas dengan tingkat kemiskinan dan prevalensi stunting yag tinggi, dan rencananya akan memperluas ke seluruh 514 kabupaten yang ada pada 2021.

Direktorat Gizi Masyarakat sebagai unit teknis di Kementrian Kesehatan memiliki tanggung jawab untuk menyusun program gizi yang generik dan teknis terkait intervensi gizi spesifik yang menyasar langsung kelompok sasaran prioritas yaitu kelompok 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan baduta ditambah kelompok remaja terutama remaja puteri. Program gizi yang telah dilakukan dalam kurun 5 (lima) tahun terakhir meliputi kegiatan yang sudah terbukti efektif memiliki daya ungkit terhadap perbaikan gizi masyarakat terutama pencegahan stunting, yaitu:

1. Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Remaja Puteri
2. Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil
3. Pemerian Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil KEK
4. Promosi/Konseling Pemerian Makan Bayi dan Anak (IMD, ASI Eksklusif, MP-ASI dan Menyusui sampai Usia 2 tahun atau Lebih)
5. Pemberian Vitain A untuk Bayi dan Balita
6. Pemantauan Pertumbuhan
7. Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita Gizi Kurang
8. Manajement Terpadu Balita Gizi Buruk

Dalam rangka mendukung implementasi dari sasaran strategis pembinaan gizi masyarakat terutama di tingkat layanan, maka ditetapkan 4 (empat) strategi operasional sebagai berikut:

1. Peningkatan Kapasitas SDM
2. Peningkatan Kualitas Layanan
3. Penguatan Edukasi
4. Penguatan Manajemen Intervensi Gizi di Puskesmas dan Posyandu

Semoga Bermanfaat. (***)

Penulis: Ridha Nurhayati Mahasiswi UIN Suska Riau Prodi Ilmu Administrasi Negara S1 Semester 4
Tulisan ini untuk melengkapi dan memenuhi tugas UAS Teori Pembangunan
Dosen Pengampu: Syed Agung Afandi SIP MIP

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)