DATARIAU.COM - Orang miskin tidak boleh sekolah jangankan punya kuota punya Handphone saja tidak& ungkapan seperti ini sempat berseliweran beberapa hari terakhir ini dan menjadi meme di media sosial. Mungkin itulah ungkapan dari sebagian besar orang tua yang yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap apa yang terjadi saat ini. karena di masa pandemi ini banyak sekolah-sekolah yang meliburkan siswanya dengan alasan untuk memutus mata rantai virus covid-19. Dan akhirnya sekolah dialihkan ke metode daring
Ternyata bukan anak-anak miskin aja yang terancam tidak bisa sekolah, Anak-anak yang tinggal di pedalaman atau daerah terpencil pun bernasib sama
Seperti yang dilansir dari Merdeka.com - Tinggal di daerah terpencil, menjadi cerita sendiri bagi murid dan guru di masa pandemi covid-19. Mereka harus mengeluarkan daya ekstra agar bisa belajar.
Kampung Todang Ili Gai, Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT menjadi salah satu wilayah yang terisolir dari berbagai akses kehidupan saat ini.
Untuk menuju kampung Todang Ili Gai, harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer dengan jalan setapak yang berbukit. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, kehidupan masyarakat kampung Todang memang masih jauh dari semua akses baik, listrik, jalan hingga telekomunikasi.
Selama masa pandemi Corona, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak bisa terlaksana karena diliburkan oleh pemerintah untuk mencegah penularan virus asal Wuhan, China itu.
Sebenarnya tidak ada masalah kalau harus melakukan sekolah secara daring karena sebagian besar rakyat Indonesia juga ingin memutus mata rantai penyebaran covid19 tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah tidak semuanya keluarga-keluarga di Indonesia yang hidup berkecukupan sehingga bisa memberikan handphone Android dan kuota internet kepada masing-masing anaknya. Dan tidak semua juga tinggal didaerah perkotaan yang penuh dengan jaringan internet. Belum lagi mereka juga harus memikirkan cara membayar SPP setiap bulannya sementara banyak para orang tua yang menjadi korban PHK di masa pandemi ini
Hal ini sungguh sangat memprihatinkan mengingat negeri kita yang kaya raya dengan sumber daya alam dan hasil laut yang melimpah ruah. Sementara di sisi lain anak-anak tidak bisa sekolah secara sempurna hanya karena tidak mempunyai handphone serta kuota. Diperparah lagi jaringan internet yang hilang timbul bahkan tidak ada jaringan sama sekali di daerah terpencil. Belum lagi kendala dari sebagian orang tua yang gagap teknologi dan hal itu berakibat sulitnya bagi anak-anak untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
Jika pemerintah merasa berkepentingan untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan terutama di masa pandemi ini. Seharusnya sarana dan prasarana ditingkatkan lagi seperti jaringan internet sebagaimana negara serius dalam membangun sarana dan prasarana seperti jalan tol dan lain sebagainya
Negara juga perlu mengedukasi para orangtua terutama para ibu agar bisa mewujudkan sekolah yang kondusif dirumah agar selama pandemi ini anak-anak bisa menerima pendidikan dengan baik dari orang tuanya terutama ibunya yang berperan sebagai pengganti guru di sekolah
Negara juga memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu serta meringankan beban SPP agar para orang tua tetap fokus pada pendidikan anak selama dirumah saja
Demikianlah yang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah dan guru untuk memikirkan kembali cara-cara kreatif dan invoatif bagaimana pembelajaran daring diterapkan bagi seluruh siswa di masa pandemi Covid-19.
Terutama PR besar bagi pemimpin negeri saat ini sebagai peri'ayah umat yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya terkait dengan apa yang dipimpinnya seperti Hadis Rasulullah SAW :
Artinya: Dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW sesunggguhnya bersabda: sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggungjawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggung jawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya (HR. Muslim).
Wallahu A'lam Bishawab
Penulis: Dahlia ummu Syifa Pemerhati Pendidikan dan Remaja