Big Data: Seberapa Big Manfaatnya di masa Pandemi?

datariau.com
528 view
Big Data: Seberapa Big Manfaatnya di masa Pandemi?
Eri Kuntoro, SST, M.Si
DATARIAU.COM - Data merupakan salah satu alat penting dalam mengambil keputusan. Pada dunia usaha, data sering digunakan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap suatu produk. Sementara itu, pemerintah sering menggunakan data untuk merumuskan kebijakan. Di lihat dari proses pengumpulannya, data bisa dikumpulkan lewat pencacahan lapangan (field enumeration) maupun hanya sekedar mengkompilasi dari kegiatan administrasi.

Kemunculan pandemi covid-19 yang muncul di tengah perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat telah membuat perubahan pada perilaku masyarakat. Intensitas interaksi lewat internet yang dilakukan oleh masyarakat di masa pandemi diyakini semakin meningkat. Masyarakat yang stay at home banyak menghabiskan waktu dengan gadget mereka. Perilaku masyarakat di dunia maya seperti comment di medsos, transaksi keuangan, bermain game online, browsing dan aktivitas internet lain merupakan sebuah himpunan data besar dengan struktur yang relatif tidak teratur atau sering disebut big data.

Big data ini bisa diolah, dianalisis maupun didiseminasikan menjadi sebuah informasi yang bermanfaat dan menjadi salah satu tools alternatif dalam membuat decission. Saat ini usaha e-commerce adalah yang sering menggunakan analisis big data ini. Mereka bisa mengetahui perilaku konsumen terhadap suatu produk melalui web click tracking. Pemerintah sebenarnya juga bisa mengetahui persepsi masyarakat terhadap suatu isu nasional lewat text mining.

Beberapa negara saat ini melakukan analisis big data untuk menanggulangi wabah covid-19. Sebagai contoh, Singapura dan Taiwan telah berhasil memetakan pergerakan penduduk, sejarah perjalanan dan riwayat penyakit penduduknya untuk mengurangi penyebaran covid-19. Daerah-daerah titik kumpul (hotspot) akan diberlakukan pengawasan yang ketat agar protokol kesehatan diterapkan sebagaimana mestinya.

Big Data dan Officially Statistics

Pada masa pandemi proses pengumpulan data lewat field enumeration mendapat kendala besar karena terbatasnya interaksi sosial akibat social distancing. Lembaga-lembaga survei baik dari pihak swasta maupun pemerintah tidak bebas lagi mewawancarai responden. Kecenderungan non response pun semakin tinggi sehingga menurunkan derajat akurasi suatu survei. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, beberapa pihak mulai memikirkan untuk mengolah big data yang tersebar di dunia maya menjadi informasi yang strategis.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencoba melakukan ujicoba pemanfaatan big data untuk menunjang survei, diantaranya pemanfaatan MPD (Mobile Positioning Data) pada pelaksanaan Survei Wisatawan Mancanegara,  pencermatan pola pergerakan pengguna commuter line dengan pendekatan medsos twitter serta pengukuran dampak covid-19 terhadap usaha e-commerce. Penyusunan kerangka sampel (frame) juga sudah mulai mengkombinasikan metode big data yaitu metode crawling seperti yang dilakukan pada penyusunan direktori pasar dan pusat perdagangan. Metode crawling bisa memanfaatkan google map untuk mendapatkan direktori pusat-pusat ekonomi yaitu dengan memfilter keyword-keyword tertentu.

Tantangan Analisis Big Data

Meskipun mempunyai sejumlah keuntungan, analisis terhadap big data belum mampu diterapkan pada seluruh data official statistics seperti penghitungan angka pengangguran, angka kemiskinan, inflasi dan sebagainya. Karakteristik individu secara lebih rinci akan mudah ditangkap melalui pencacahan lapangan secara langsung. Selain itu aspek akses data juga menjadi sorotan karena umumnya data dipegang oleh pihak swasta yang sangat mengedepankan keamanan dan kerahasiaan data. Seberapa besar peran big data di masa pandemi akan sangat dipengaruhi oleh infrastruktur teknologi, kesiapan kualitas sumber daya manusia dalam meng-handle big data, intensitas perilaku masyarakat terhadap internet dan regulasi untuk menjaga privasi data.

Oleh:
Eri Kuntoro, SST, M.Si (ASN Fungsional Statistisi Muda BPS Kabupaten Bantul)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Corona
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)