Tahun 2019, Natuna Akan Merdeka Sinyal

982 view
Tahun 2019, Natuna Akan Merdeka Sinyal
Foto bersama setelah kegiatan rapat

NATUNA, Datariau.com-Indonesia Merdeka Sinyal 2020, merupakan sebuah gagasan dari Pemerintah Pusat dalam upaya memperluas serta meningkatkan jaringan Telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia terutama di wilayah-wilayah perbatasan.

 Terkait dengan gagasan tersebut, salah satu upaya dukungan dan sinergitas, Pemerintah Kabupaten Natuna terus memberikan dorongan kepada pihak-pihak operator jaringan telekomunikasi untuk terus meningkatkan jaringannya di seluruh wilayah Kabupaten Natuna.

“Oleh karena itu, kami pemerintah daerah mencoba mensinergikan apa yang mejadi program dari pemerintah pusat itu.

 Karena  jaringan telekomunikasi ini merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai sarana komunikasi. 

Maka dari itu keinginan kami selaku pemerintah daerah dan juga masyarakat menginginkan tidak ada lagi daerah yang blank jaringan telekomunikasi” ungkap Wan Siswandi Selasa (29/01/2019) diruang rapat kantor Bupati.

Rapat yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Natuna tersebut juga dihadiri oleh Letkol Inf Daud Ahmad Harahap (Danyon Komposit  1 Gardapati), Sony E (Pas Kasatkom Lanal Ranai), Letkol Czi Ferry Kriswardana (Dandim 0518 Natuna), Kompol Renan (Waka Polres Natuna), Letkol Chb Undang Sudrajat (Padya Renkom Skomlek TNI), Menejer NSA Telkomsel Batam, Perwakilan Telkomsel Tanjungpinang, Perwakilan dari BAKTI Kementerian Kominfo Republik Indonesia, Perwakilan PLN Rayon Natuna, Camat Pulau Laut dan para Pimpinan OPD Kabupaten Natuna.

Selain itu, Wan Siswandi juga menyampaikan dengan telah meningkatnya jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Kabupaten Natuna ini tentunya juga akan mendukung terhadap pembangunan Kabupaten Natuna di Lima Sektor sebagaimana yang telah diprioritaskan oleh pemerintah pusat, yaitu Sektor Pertahanan, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Pariwisata, Sektor Migas dan Sektor Lingkungan Hidup.

Untuk mendukung pembangunan di lima sektor tersebut sudah dipastikan akan sangat memerlukan kualitas jaringan telekomunikasi yang bagus dan lancar. 

Maka dari itu, jika upaya pemerintah pusat untuk Indonesia bebas sinyal 2020, maka Siswandi berharap Natuna sudah merdeka sinyal di tahun 2019. 

Berkaitan dengan hal itu,  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  Kabupaten Natuna menyampaikan 6 Usulan atau ide untuk menjadikan Natuna sebagai Pilot Project daerah perbatasan yang “tuntas” masalah infrastruktur dan akses telekomunikasi. 

Ke-6 usulan tersebut adalah :

Membangun Backbone ke Pulau Laut dan Pulau Midai menggunakan Teknologi Radio IPLH atau Radio Link.Migrasi penggunaan satelit sebagai Backbone di Pulau Serasan dan Pulau Subi dengan menggunakan Radio IPLH Sambas-Natuna sehingga BTS  bisa 4G di Serasan dan Subi serta Astinet dan Indihome Telkom bisa hadir di Serasan dan Subi.

BTS Reguler/ Makro  Pulau Natuna/ Pulau Bunguran. Dilakukan Peningkatan layanan ke 4G menggunakan fiber optik atau radio link menggantikan satelit (vsat)Perluasan layanan dengan pembangunan BTS baru, atau pemanfaatan infrastruktur TNI/POLRI yang adaSemua tower/ BTS eksisting, menggunakan layanan PLN 24 jam di masing-masing lokasi.

BTS USO TELINFO BAKTI KOMINFO Revitalisasi (perbaikan) kondisi tower BTS eksisting yang ada di Desa Harapan Baru , Kecamatan Serasan Timur.

Peningkatan layanan dengan cara mengganti koneksi VSat dengan radio link atau penambahan bandwidth Vsat, guna merubah kualitas signal dari GSM menjadi 4GSemua tower BTS eksisting, menggunakan layanan PLN 24 jam di masing-masing lokasi  danUntuk jenis tower BTS SST (4 kaki), dikelola / diambil alih secara reguler oleh operator.

Pembangunan baru BTS USO PERBATASAN BAKTI KOMINFO di Lokasi Blankspot 4 Lokasi yaitu Desa Mekar Jaya, Dusun Segeram, Pulau Sekatung dan Desa Air Ringau.Bantuan Akses Internet Untuk Sekolah dalam rangka UNBK dan Kantor Desa/ Kelurahan dalam mendukung Desa online/ Desa pintar.

Kepada BAKTI Kominfo, Raja mengatakan untuk program #IndonesiaMerdekaSinyal2020 tidak perlu menunggu 2020, akan tetapi 2019 Natuna sudah dapat merdeka sinyal.

“Kita harapkan solusi,  2019 ini tidak memikirkan hal ini lagi.  2019 masalah telekomunikasi tuntas, Natuna merdeka sinyal” , Ujar Raja. 

Ditempat yang sama Andii juga menyampaikan di tahun 2019 ini Telkomsel akan fokus pada program peningkatan pelayanan broadband. Artinya ditahun ini tidak ada penambahan jaringan baru di Natuna, namun komitmen PT. Telkomsel  akan meningkatkan kualitas jaringan menjadi 4G di seluruh wilayah site BTS Telkomsel yang ada di Kabupaten Natuna.

Pelan tapi pasti, kami telah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperbaiki kualitas jaringan telekomunikasi di Natuna. Apalagi mengingat Natuna ini berhubungan dengan Kedaulatan Negara karena berada di wilayah perbatasan Negara” ungkap Andi Suapril.

Saat ini PT. Telkomsel telah mempunyai 37 site BTS di Kabupaten Natuna. Dari 37 site BTS yang ada di Natuna saat ini yang sudah terhubung dengan PRB sebanyak 28 lokasi, terhubung dengan Long Houl 3 lokasi, sedangkan 6 site lainnya masih terhubung dengan menggunakan satelit.

Terkait dengan 6 site BTS yang masih menggunakan satelit tersebut, Menejer NS itu juga menyampaikan bahwa untuk solusi nanatinya akan menggunakan sistem OFDM dan ditargetkan akan dilakukan peningkatannya di bulan Maret nanti.

“PR kami hanya tinggal 6 site ini lagi yang masih terhubung dengan satelit. 6 site ini yaitu Serasan Timur, Midai 3 site, Pulau Laut dan Marinir di Selat Lampa. Pada tahun 2019 ini semua site yang ada di Natuna akan kita 4G kan. Dimana tahun 2020 Indonesia akan bebas sinyal, maka untuk di Natuna tahun 2019 ini akan bebas satelit” jelas Andi.

Untuk mendukung suksesnya program tersebut, pihak Telkomsel juga mengharapkan suport dari PT. PLN untuk menyediakan jaringan listrik di lokasi site BTS khususnya site BTS di Pulau Laut yang saat ini belum terjangkau oleh jaringan PLN.

Selama Kegiatan Berjalan dengan Lancar (Ari)

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Redaksi
Sumber
: Diskominfo.natunakab.go.id
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)