Sungai Tercemari Limbah Kimia, Warga Desa Sering Kecam RAPP dan Pemerintah

datariau.com
1.205 view
Sungai Tercemari Limbah Kimia, Warga Desa Sering Kecam RAPP dan Pemerintah
Angga.
Ikan yang mati karena limbah kimia yang diduga dari RAPP.

PELALAWAN, datariau.com - Warga desa Sering Kabupaten Pelalawan mengaku kecewa dengan pemerintah Kabupaten Pelalawan yang terkesan tutup mata terkait limbah kimia yang diduga milik RAPP yang mencemari sungai mereka. Bahkan, mereka menilai seolah Pemerintah justru membekingi perusahaan bubur kertas terbesar di Asia tersebut.

"Kemarin perusahaan berjanji akan datang ke Desa Sering untuk mempertanggungjawabkan limbah yang mencemari sungai kami, namun ternyata mereka ingkar janji. Kami curiga ada perundingan lain, pasalnya saat kami berunjuk rasa ke perusahaan, belasan Anggota DPRD Pelalawan justru menghadang aksi kami," ungkap salah seorang warga yang enggan namanya dirilis kepada datariau.com, Jumat (19/8/2016).

Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat ini, merupakan bentuk kekesalan atas matinya ikan-ikan yang ada di sungai Kampar dikarenakan limbah kimia yang diduga milik RAPP.

"Sewaktu unjuk rasa akhirnya managemen RAPP rapat dengan dewan yang datang, tak satupun dari warga desa Sering yang disertakan dalam rapat tersebut. Kami curiga jangan-jangan anggota dewan bukan rapat tentang limbah, tapi tentang yang lain," pungkas warga desa setengah berkelakar.

Dikonfirmasi terpisah melalui seluler, Humas RAPP Budi mengatakan bahwa penyebab puluhan ton ikan mengapung di sungai Desa Sering adalah akibat dari proses cuci kanal.

"Dugaan sementara kematian puluhan ton ikan tersebut adalah akibat dari proses cuci kanal di areal hutan tanaman rakyat Desa Sering yang bekerja sama dengan perusahaan dimana kanal tersebut saling terkoneksi," jelas Budi singkat.

Penulis
: Angga
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)