Ini Data Titik Banjir di Kecamatan Tualang Siak, Terparah Sejak 7 Tahun Terakhir

datariau.com
2.991 view
Ini Data Titik Banjir di Kecamatan Tualang Siak, Terparah Sejak 7 Tahun Terakhir
Hermansyah
Rumah warga yang terendam banjir.

PERAWANG, datariau.com - Musibah banjir yang melanda di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak disebut sebagai musibah terparah sepanjang 7 tahun terakhir. Beberapa daerah menjadi lokasi terparah musibah ini.

Dari pantauan di lapangan, Jumat (28/4/2017) pagi kemarin, bencana banjir di Kampung Tualang dan Kampung Pinang Sebatang terbilang luas dan terparah sepanjang 7 tahun terakhir. Sejumlah titik dilaporkan seperti di Kampung Tualang terdapat 350 unit rumah warga terendam banjir, sedangkan Kampung Pinang Sebatang terdapat 50 unit rumah warga.

Dari total keseluruhan rumah warga dua kampung yang terendam banjir tersebut diketahui saat pantauan ini tinggi air mencapai 50 centimeter (batas lutut dewasa), 400 unit rumah warga (kepala keluarga) ditambah 1 unit kantor desa masing-masing kampung di Kecamatan Tualang tersebut yang direndam banjir.

Penghulu Kampung Tualang Juprianto SSos MIP kepada datariau.com mengungkapkan, bahwasanya ini merupakan banjir yang terparah semenjak 7 tahun silam.



"Lebih kurang 350 kepala keluarga termasuk Kantor Desa juga terendam banjir. Tapi sudah mulai surut ini terjadi setelah 7 tahun yang lalu termasuk cukup besar banjir tahun ini," ungkap Juprianto Sabtu (29/4/2017) malam.

Hal senada juga diungkapkan Penghulu Kampung Pinang Sebatang, Bambang Syaputra SH. Bahwa pada Sabtu (29/4/2017) sekira pukul 19.45 WIB debit air dalam kategori rawan, dan ia berharap tidak akan turun hujan malam itu.

Banjir bukan merupakan luapan sungai Perawang melainkan dikarenakan tersumbat, karena sudah lama tidak dilakukan normalisasi aliran sungai Perawang Besar (Zaitun) tersebut.



"Sampai saat ini debit air masih kategori rawan, mudah-mudahan malam ini tidak hujan. Sementara rumah warga korban banjir kali ini merendam sekitar 50 rumah termasuk Kantor Desa. Alhamdulilah tadi PT IKPP sudah menurunkan 1 unit excavator, sudah agak lumayan lancar, cuma alat tidak bisa sampai ke hilir untuk membersihkan karena lokasi yang tidak memungkinkan. Solusinya harus dengan cara manual untuk membersihkan sungai tersebut, juga menggunakan speed boat," ujar Bambang Syaputra.

Sampai berita ini diturunkan total sementara rumah warga tiga daerah di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak tercatat 532 unit rumah warga (kepala keluarga) yang terendam banjir. Sementara itu bantuan terus berdatangan dari berbagai lembaga, instansi maupun masyarakat perduli terhadap bencana banjir terparah tahun ini.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:Banjir
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)