Deadline Habis Sampah Tetap Menumpuk, Masihkan Walikota Pekanbaru Pertahankan PT MIG?

datariau.com
1.267 view
Deadline Habis Sampah Tetap Menumpuk, Masihkan Walikota Pekanbaru Pertahankan PT MIG?
Kurniawan
Kondisi sampah menggunung dan menutup ruas jalan di sekitaran Pasar Bawah Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Batas waktu yang diberikan Walikota Pekanbaru kepada PT Multi Inti Guna (MIG) bekerja membersihkan Pekanbaru dari sampah sudah habis.

Dimana, selama tiga hari PT MIG yang bermasalah sebelumnya karena pekerja mereka mogok kerja disebabkan belum digaji, diberi batas waktu untuk kembali bekerja mengangkut sampah yang sudah menggunung di ruas jalan Pekanbaru.

Namun batas waktu yang diberikan yakni Jumat (10/6/2016), malam tadi dari pantauan di lapangan, ternyata masih ditemukan beberapa tempat yang terlihat sampahnya masih berserakan dan menggunung, yang diperparah sampah menutupi badan jalan.

Kawasan itu berada di jalur perlintasan satu-dua Pasar Wisata Senapelan (pasar bawah, red), yang hingga pukul 22.00 WIB, membuat aktivitas berkendara jadi terganggu karena dihadang tumpukan sampah tersebut.

Belum diketahui apa yang membuat PT MIG selaku pihak yang dipercayakan Pemko Pekanbaru membersihkan sampah, seakan mangkir dari MoU. Padahal, MoU tersebut telah disepakati Walikota bersama PT MIG yang meminta PT MIG bertanggungjawab membersihkan sampah-sampah yang diberi deadline tiga hari (7-10 Juni 2016), pasca mogoknya ratusan PT MIG setelah berdemo menuntut pencairan gaji mereka yang belum dibayar dua bulan.

"Beberapa hari petugas kebersihan dari PT MIG tidak kerja, Pekanbaru sudah kayak kiamat. Sampah dimana-mana beserak. Saya harus turun langsung menyelesaikan ini dengan mendudukkan PT MIG. Kita lihat komitmen mereka mau bertanggung jawab. Kalau tidak ada, ya kita akan putus kontrak," ujar Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT kepada datariau.com, Selasa (7/6/2016) lalu.

Atas kondisi Pekanbaru yang masih bersampah, warga mengaku kecewa dengan kebijakan Pemko Pekanbaru yang salah tunjuk orang untuk kelola sampah. Padahal sebelumnya, saat pengelolaan sampah dilaksanakan Pemko Pekanbaru dengan anggaran tidak terlalu besar, kota Pekanbaru bersih dan bahkan mendapat penghargaan.

"Entah kenapa pula tiba-tiba pemko serahkan kepada pihak ketiga kelola sampah, inilah jadinya. Kalau sudah seperti ini apa lagi alasan Pemko mempertahankan PT MIG. Sudah jelas batas waktu sudah habis, batas kesabaran kami juga bisa habis karena tak tahan dengan bau sampah ini. Masyarakat bisa mati perlahan karena wabah penyakit dari sampah ini," pungkas Buyung, seorang warga yang ditemui di Pasar Bawah saat melintas malam tadi. (kur)

Penulis
: Kurniawan
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)