Potensi Awal Puasa 2025 Berbeda, Ustadz Edi Azhar: Kita Sama-sama Berpuasa Tanggal 1 Ramadan

datariau.com
2.941 view
Potensi Awal Puasa 2025 Berbeda, Ustadz Edi Azhar: Kita Sama-sama Berpuasa Tanggal 1 Ramadan
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Edi Azhar SAg MPdI.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Edi Azhar SAg MPdI, mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan hari dimulainya puasa Ramadhan 1446 H/2025 M. Hal ini menyikapi adanya potensi perbedaan awal puasa Ramadhan 2025 antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa 1 Ramadan 1446 H akan jatuh pada Ahad 2 Maret 2025. Berbeda dengan Muhammadiyah yang menetapkan awal puasa pada Sabtu 1 Maret 2025.

"Tentu harapan kita semua mudah-mudahan pada tahun ini penetapan 1 Ramadhan bisa sama (serentak). Jika pun terjadi perbedaan pasti kita memiliki satu yang sama, yaitu sama-sama berpuasa pada tanggal 1 Ramadhan," kata Ustadz Edi Azhar sapaan akrabnya, Jum'at (28/2/2025).

Menurut Ustadz Edi, perbedaan awal Ramadan hanya terletak dari cara menetapkannya. Muhammadiyah menetapkan dengan metode hitung (hisab), sehingga jauh-jauh hari sudah bisa memutuskan jatuhnya puasa.

Sedangkan, pemerintah menetapkan 1 Ramadan melalui Rukyatul Hilal (melihat Bulan). Maka malam ini pemerintah akan menyampaikan hasil melihat hilal yang dilakukan di berbagai tempat dan pelosok daerah di Tanah Air.

"Jika terdapat ada yang bisa melihat hilal, maka bisa dipastikan besok Kita akan berpuasa Ramadhan 1446 H. Namun, jika belum ada satupun alat yang bisa menangkap terlihatnya bulan, maka bisa kita pastikan juga puasa akan ditetapkan pada hari Ahad," jelasnya.

Meskipun awal Ramadan berbeda, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru ini menekankan bahwa yang paling penting adalah sesama umat muslim harus saling menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.

"Mari kita tetap saling menjaga nilai-nilai kebersamaan dan saling menjaga Persaudaraan dalam perbedaan. Jangan sampai saling klaim kebenaran dan saling menjatuhkan. Apalagi saling menghina antara satu dengan lainnya," tegasnya.

Ustadz Edi juga mengimbau masyarakat untuk fokus dalam menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak amalan di bulan puasa. Tak perlu mempersoalkan perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1446 Hijriah.

"Ini bukanlah soal sah dan tidak sahnya, benar dan tidak benarnya dan terima dan tidak diterimanya melainkan amal ibadah puasa kita itu semata-mata hanya kepada dzat yang maha menerima, yakni Allah Subhanahu Wata'ala. Wallahu a'lam," tutup Ustadz Edi. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)