Kemacetan Pasar Pagi Arengka, DPRD Minta Pemko Bentuk Timsus

2.351 view
Kemacetan Pasar Pagi Arengka, DPRD Minta Pemko Bentuk Timsus
Pasar Pagi Arengka. (doc)

PEKANBARU, datariau.com - Kondisi kemacetan yang terjadi di Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru semakin hari semakin parah. Kemacetan dapat dilihat pada pagi hari dan sore menjelang Maghrib, kendaraan parkir sesuka hati, bahkan sampai parkir berlapis memakan badan jalan.

Sementara para pedagang berkilah sebagai penyebab kemacetan adalah traffic light di persimpangan antara Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan HR Soebrantas tersebut tak pernah ditempatkan petugas kepolisian ataupun Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengawasi. Akibatnya sering terjadi pengendara saling berebut menerobos lampu merah.

Sarni (36), salah satu pedagang ketika berbincang bersama wartawan mengutarakan, petugaslah yang bertanggung jawab atas kemacetan di lokasi pasar pagi arengka. "Kami bayar kok, kenapa kami disalahkan? Seharusnya petugaslah yang disalahkan, kenapa itu persimpangan tidak dijaga. Lagi pun petugas membiarkan parkir berlapis di sisi jalan," terangnya, Selasa (2/9/2014).

Di pihak legislator, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman SH, menyarankan, agar Pemerintah Kota Pekanbaru membuat tim khusus yang bertugas menangani kemacetan akibat beberapa unsur di Kota Pekanbaru, salah satunya tepat di Pasar Pagi Arengka.

"Bukan hanya dari pihak kepolisian saja dan Dinas Perhubungan, tapi terdiri dari perwakilan sektor-sektor yang ada. Supaya bisa buat perencanaan yang baik," katanya.

Sementara, mengenai penanganan teknisnya, Sondia mengatakan perlu ada pengalihan rute lalu lintas untuk memberikan keleluasaan bagi pengendara di lintasan jalan tersebut.

"Saat ini sudah harus ada pengalihan kendaraan di rute jalan tersebut. Seperti truk dan bus kalau bisa sudah dilarang melintasi Jalan Soekarno-Hatta dan HR Soebrantas. Kasian masyarakat pasti merasakan juga ketakutan ketika berkendara berdampingan dengan kendaraan yang bertonase besar tersebut, kan sudah ada Jalan Kubang Raya untuk truk," imbuhnya. (*)



 

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)