Cegah DBD, PSN Penting Ketimbang Fogging

Oleh : Muhammad Rizki, SKM (Promotor Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Pertama)
Samsul
1.171 view
Cegah DBD, PSN Penting Ketimbang Fogging
ROHIL, datariau.com - Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penderita demam berdarah atau DBD akan mengalami gejala nyeri hebat, terutama pada tulang dan persendian, yang terasa seolah-olah patah.

Di Indonesia, kasus DBD menurut data Kementerian Kesehatan RI pada bulan Maret 2024, terdapat sekitar 53.131 kasus DBD dengan 404 kematian. Kasus DBD untuk provinsi Riau bulan April 2024 sebanyak 701 kasus dan 1 orang meninggal dunia sedangkan untuk Kabupaten Rokan Hilir berdasarkan data dari RSUD Pratomo Bagansiapiapi menyebutkan bahwa terdapat sebanyak 71 kasus DBD dan belum ada kasus kematian akibat DBD.

Gejala awal DBD ditandai dengan demam tinggi hingga 39°C dan biasanya kondisi ini bertahan 2-7 hari, sakit kepala, mual hingga muntah, nyeri dibelakang mata, tulang dan otot, ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit dan radang tenggorokan yang diiringi sulit menelan dan minum.

Dalam hal pencegahan DBD, Fogging (Pengasapan) bukan strategi yang utama dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD). Dimana Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah. Faktanya fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa saja dan tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk, selanjutnya telur, larva atau jentik akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Seperti diketahui, para ahli menyebutkan bahwa pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus. Apa itu? Singkatan dari 3M, antara lain : (1) Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain; (2) Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air; dan (3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti : (1) Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; (2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; (3) Menggunakan kelambu saat tidur; (4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; (5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, dan lain-lain; (6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; dan (7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)