PEKANBARU, datariau.com - Menjelang akhir tahun ini, harga semua jenis cabe mengalami lonjakan harga yang signifikan di pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mencatat, harga cabai merah jenis keriting yang berasal dari Bukittinggi mengalami lonjakan hingga mencapai Rp54.000 per kilogram.
Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman ketika dihubungi melalui selelurnya, Ahad (13/12/2015) mengakui jika harga cabe merah yang berasal dari Bukittinggi mengalami lonjakan harga.
"Kenaikan sudah terjadi pada awal-awal Desember. Hal ini disebabkan jumlah produksi cabe yang menurun akibat dampak kabut asap beberapa bulan yang lalu," ujarnya.
Menurut Irba, bukan hanya cabe merah yang berasal dari Bukittinggi yang mengalami kenaikan di pasar tradisional Pekanbaru, namun semua jenis cabe mengalami lonjakan harga yang signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan pokok lainnya.
"Untuk harga cabe Bukittinggi kini Rp54.000/kg naik dari harga sebelumnya Rp52.000/kg. Sementara cabe Jawa dan Medan sedikit lebih murah yakni Rp46.000/kg yang sebelumnya dari Rp45.000/kg," paparnya.
Lebih lanjut dikatakan Irba, untuk cabai hijau mengalami kenaikan sebesar Rp2.000/kg, dimana sebelumnya Rp34.000/kg menjadi Rp36.000/kg.
"Kenaikan terbesar dan cukup drastis dialami cabai rawit mencapai Rp4.000/kg dari Rp26.000/kg menjadi Rp30.000/kg," jelasnya.
Irba memprediksi kenaikan harga cabe ini akan berlanjut terutama menjelang peringatan hari besar keagamaan umat nasrani yakni Natal.
"Kenaikan harga cebe di Pekanbaru sudah menjadi hal biasa menjelang hari besar keagamaan. Jadi tidak heran lagi. Pasalnya Pekanbaru bukanlah sentra penghasil cabe. Ditambah lagi makanan yang dijajakan pun kebanyakan menggunakan cabe sebagai bahan bumbu utama. Sehingga hal ini ikut andil mendorong lonjakan harga," ungkapnya.
Untuk mengendalikan kenaikan harga sendiri, dikatakan Irba, pihak Disperindag hanya bisa melakukan pengawasan sehingga pasokan tidak terganggu dari sentra penghasil.
"Kami hanya bisa mengawasi para agen dan distributor di pasar-pasar tradisional. Setidaknya ada enam wilayah yang setiap hari dipantau petugas," tutupnya.
Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)(syi)