Jika Mendengar Bacaan Al-Qur'an, Simak dan Diamlah!

Ruslan
343 view
Jika Mendengar Bacaan Al-Qur'an, Simak dan Diamlah!

DATARIAU.COM - Sebagai seorang muslim tentu kita sering mendengar bacaan Al Quran. Setidaknya setiap hari kita mendengar bacaan Al Quran yaitu saat shalat jahriyah berjamaah di masjid, di majelis, Dan terkadang kita juga mendengar lantunan Al Quran baik itu suara saudara, kerabat, teman, bahkan dari perangkat elektronik.

Selain adab membaca Al Quran, mendengar Al-Qur’an juga tentu memiliki adab. Karena yang didengar adalah kalamullah (firman Allah), bukan koran, bukan perkataan makhluk. Dari itu siapaun yang hadir dalam majelis tersebut wajib diam dan menyimak bacaan Al-quran tersebut.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

[1] Firman Allah,

وَإِذَا قُرِئَ القُرآنُ فَاستَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلكُم تُرحَمُونَ

“Apabila dibacakan al-Quran, perhatikanlah dan diamlah, maka kalian akan mendapatkan rahmat.” (QS. al-A’raf: 204).

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah, "Kemudian Allah memerintahkan jika Alquran yang telah disebutkan keutamaannya itu dibacakan kepada kalian, maka dengarkanlah dengan penuh penghayatan kekhusyu'an. Simaklah ia dengan pendengaran dan seluruh anggota badan kalian, agar kalian dapat memahami maknanya dan mengerti perintahnya. Dengarkanlah bacaan itu sampai selesai sebagai bentuk pengagungan baginya agar kalian dapat meraih rahmat dan keridhaan Allah." [Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah/Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah].

[2] Allah juga berfirman,

كِتَابٌ أَنزَلنَاهُ إِلَيكَ مُبَارَكٌ لِيَدبرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكرَ أُولُو الأَلبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka melakukan tadabbur terhadap ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad: 29).

Dua ayat ini dan ayat yang semisal, sudah cukup untuk membuktikan bahwa memperhatikan al-Quran adalah amal besar. Karena diantara tujuan al-Quran diturunkan adalah untuk direnungi ayat-ayatnya. Mereka yang melakukan tadabbur, akan mendapat janji akan dirahmati oleh Allah. Dan yang dimaksud mendengarkan di sini adalah memperhatikan dan mentadabburi al-Quran.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga suka mendengarkan al-Quran yang dibacakan oleh para sahabat. Seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh Ibnu Mas’ud,

“Silahkan baca al-Quran!”

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

يَا رَسُولَ اللهِ، أقرَأُ عَلَيكَ، وَعَلَيكَ أُنزِلَ؟!

“Ya Rasulullah, saya membaca al-Quran di depan Anda, padahal al-Quran diturunkan kepada Anda?!”

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَإِني أُحِب أَن أَسمَعَهُ مِن غَيرِي

“Aku senang mendengarkan al-Quran dari bacaan orang lain.”

Kemudian Ibnu Mas’ud membacakan surat an-Nisa sampai ayat 41, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis di penghujung ayat itu. (HR. Bukhari 4583).

Sebagai seorang muslim wajib bagi kita diam dan khusyuk mendegarkan, metadabburi bacaan Al quran bukan sebaliknya seperti orang-orng kafir menjadikan al-Qur’an seperti seruling (nyanyian) sebagaimana telah di-nubuwah-kan (diramalkan) dalam sebuah hadits shahih [Ash-Shahihah No. 979] Kemudian mereka itu juga menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang rendah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, hanya caranya saja yang berbeda.

اشتَرَوا بِآيَاتِ اللهِ ثَمَنًا قَلِيلًا

“Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit” [at-Taubah/9 : 9].

Allahu a’lam bish-shawab.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)