PEKANBARU, datariau.com - Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah Lc MA melaksanakan safari daurohnya ke Kota Pekanbaru. Ustadz asal Jember yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah mengisi kajian di Kota Pekanbaru selama 2 hari, Sabtu dan Ahad.
Pada Sabtu 12 Sya'ban 1439 / 28 April 2018 beliau mengisi Tabligh Akbar di Masjid Imam An Nawawi Jl Raya Lintas Timur KM 19 Kulim, Kota Pekanbaru dengan tema pembahasan "Menyikapi Fitnah Terhadap Dakwah Al Haq" waktu pukul 08.00 - 10.30 WIB.
Kemudian ba'da Zuhur, Tabligh Akbar Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah di Masjid Ittihad Rumbai Da'wah Center (IRDC) Komplek PT CPI, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, dengan tema "Sampaikan Dengan Akhlak".
Kemudian pada malam Ahad 13 Sya'ban 1439 / 28 April 2018, Tabligh Akbar Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah pada Ba'da Maghrib di Masjid Jami' Abu Ad Darda' Jalan HR Subrantas (samping Kantor Camat Tampan) Kota Pekanbaru dengan tema "Ketika Ramadhan Menyapa".

Pada Ahad pagi 13 Sya'ban 1439 / 29 April 2018 kembali Tabligh Akbar Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah pukul 08.30 WIB sampai selesai di Masjid Jami' Abu Ad Darda' dengan tema "Meraih Rahmat Ilahi".
Ribuan jamaah memadati setiap lokasi dauroh Ustadz Dr Syafiq Reza Basalah selama di Kota Pekanbaru, terlebih di Masjid Jami' Abu Ad Darda' yang dikenal sebagai masjid termegah dan ternyaman kebanggaan masyarakat Kota Pekanbaru.
Imam Masjid Jami' Abu Ad Darda' Ustadz Murtadho Habibi sebelum kajian dimulai pada malam Ahad berharap agar kajian dengan Ustadz Syafiq ini bisa dilaksanakan sekali 6 bulan di Masjid Jami' Abu Ad Darda' tersebut.

Berikut ringkasan isi kajian Ustadz Dr Syafiq Reza Basalamah Lc MA di Masjid Abu Ad Darda Pekanbaru dengan tema "Ketika Ramadhan Menyapa", yang dikutip datariau.com dari group JPKS:
Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan apa yang Dia kehendaki. Menciptqkan sesuai apa yang dingingkan-Nya. Setiap ciptaan itupun tidaklah sama. Ada tingkatan-tingkatannya.
Seperti diciptakannya semulia-mulia manusia di muka bumi ini yakni Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan Nabi shallahu'alaihi wa sallam mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku kata Nabi adalah semulia-mulia manusia dari anak keturunan cucu Nabi Adam 'alaihiwasallam." Hal demikian disebut bukanlah untuk berbangga atau membanggakan diri melainkan sebagai bentuk untuk senantiasa beryukur kepada Allah Ta'ala.
Demikian juga dengan mahkluk lainnya seperti para Malaikat. Diantara sekian banyak Malaikat ada 3 Malaikat yang termulia, yaitu Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil.
Demikian pula teman dan sahabat untuk Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang termulia setelah Nabi yang ada dimuka bumi ini. Demikian pula dengan tempat, Allah Ta'ala memuliakan Makah dibanding seluruh tempat yang ada di muka bumi ini.
Demikian pula dengan waktu ada hari dan bulan yang termulia dibanding hari dan bulan-bulan lainnya. Yaitu hari Jum'at dan Bulan Ramadhan.
Sebagai firman Allah Ta'ala dalam firmannya QS. Al-Qhasas ayat 68.
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحٰنَ اللَّهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. [QS. Al-Qasas: Ayat 68]
Allah Ta'ala menciptakan siang mengejar malam dan sebaliknya dan berganti siang dan malam itu agar membuat kita berfikir dan sadar bahwa hidup kita ibarat perjalanan waktu.
Dari waktu ke waktu umur kita akan habis hingga datangnya ajal. Dan kini kita tanpa terasa sekarang sudah tanggal 13 Sya'ban, maka sebentar lagi Ramadhan tiba.
Tanpa kita sadari Ramdahan sudah menyapa kita. Lantas, apa persiapan yang telah kita siapkan menyambut dan memgisi bulan termulia dari seluruh bulan yang diciptakan Allah Ta'ala.
Dengan berjalannya waktu sungguh kita sedikit demi sedikit semakin dekat pada satu titik, yakni kematian.
Lantas, sebelum berhenti pada titik kepastian itu, amalan apa yang telah kita siapkan jika waktu itu tiba kepada kita. Dan setiap kita akan diberikan kitab amalannya masing-masing dan tiap-tiap kita akan menjadi saksi bagi dirinya sendiri.
Sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah Ta'ala dalam QS. Al-Isra' surat : 12-15.
وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيلًا
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. [QS. Al-Isra': Ayat 12]
وَكُلَّ إِنْسٰنٍ أَلْزَمْنٰهُ طٰٓئِرَهُ ۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ ۥ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَلْقٰىهُ مَنْشُورًا
Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. [QS. Al-Isra': Ayat 13]
اقْرَأْ كِتٰبَكَ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu." [QS. Al-Isra': Ayat 14]
مَّنِ اهْتَدٰى فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرٰى ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُولًا
Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul. [QS. Al-Isra': Ayat 15]
Sungguh Allah Ta'ala itu sangat sayang kepada kita umat manusia. Betapa tidak, kita sesungguhnya sangatlah banyak berdosa, tapi Allah Ta'ala ciptakan satu bulan penuh kemuliaan yakni Bulan Ramadhan. Dan sungguh antara Ramadhan ke Ramadhan merupakan masa yang disiapkan sebagai masa pengampunan dosa-dosa. Sebagaimana dijelaskan Allah Ta'ala dalam QS. Al-Baqarah ayat :183.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, [QS. Al-Baqarah: Ayat 183]
Terkait ayat ini sahabat yang mulia Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan : "Ketika dalam Qur'an menyeru dengan seruan "Hai Orang-orang yang Beriman".. maka pasanglah kuping kalian baik-baik dan dengarkanlah bahwa jika Allah Ta'ala telah menyeru demikian pastilah ada hal-hal kebaikan yang akan disampaikan dan akan diraih atau diberikan kepada manusia terutama orang-orang yang beriman. Sebab yang diseru Allah Ta'ala adalah orang yang beriman."
Do'a yang disyari'atkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ketika melihat hilal (bulan) ketika tanda masuknya Ramadhan. Do'a Melihat Hilal:
"Allahu akbar. Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaan was-salaamati wal-islaami wat-taufiiqi limaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa. Rabunaa wa rabbukallaahu."
“Allah Maha Besar, ya Allah, tampakkan hilal (bulan tanggal satu) itu kepada kami dengan membawa keamanan, keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufik untuk menjalankan apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”
Do'a ini bukan khusus untuk bulan Muharram atau Ramadhan atau Syawal saja, tapi juga dibaca setiap awal bulan dalam kalendar Hijriah, sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Nabi berikut:
“Dari Ibnu Umar, dia berkata, dulu Rasulullah shalallau 'alaihi wa sallam apabila melihat Al-Hilal beliau mengucapkan doa: "Allahu akbar. Allahumma ahillahu ‘alainaa bil-amni wal-iimaan was-salaamati wal-islaami wat-taufiiqi limaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa. Rabunaa wa rabbukallaahu." Allah Maha Besar, ya Allah, tampakkan al-hilal (bulan tanggal satu) itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, dengan keselamatan dan Islam, serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau cintai dan Engkau Ridhai. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalamShahih Al-Kalimith Thayyib no.162.)
Keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan :
Bulan pertama kali diturunkannya Al-Qur'an kemuka bumi. Turun di hari Senin tanggal 21 Ramadhan saat itu usia Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam 41 tahun. Turunnya QS. Al-'Alaq 1-5.
Di bulan Ramadhan, 8 pintu Surga dibuka dan 7 pintu neraka ditutup oleh Allah Ta'ala. Hal itu terjadi pada masuknya hari pertama Bulan Ramadhan.
Ini bulan dimana diwajibkannya berpuasa bagi setiap orang yang beriman.
Di Bulan Ramdhan ada satu malam yang penuh dengan kemuliaan. Yakni malam Qadar.
Di Bulan Ramadhan ada pembebasan dari siksaat api neraka.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ... وفيه : وَلِلَّهِ عُتَقَاءُمِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
“Ketika awal malam bulan Ramadan tiba… -diantara yang disebutkan- Dan Allah menetapkan (orang-orang yang) dibebaskan dari siksa neraka, dan hal itu (terjadi pada) setiap malam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Orang yang umrah di Bula Ramadhan maka pahalanya seperti Menunaikan Haji bersama Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Maka bagi yang memiliki harta pasanglah niat untuk bisa melaksanakan ibadah umrah pada Bulan Ramadhan nanti.
Camkanlah dalam hati kita, pasang target terbaik bahwa Ramdhan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Demikian, dauroh selesai dan dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah.

Dikutip dari berbagai sumber, Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA merupakan da'i lulusan Universitas Islam Madinah, dengan predikat "Summa Cumlaude". Disertasinya berjudul "Juhuudu Al Muassasaat wal Hai'aat Al Islaamiyyah Fi Indonesia Fi At Tashoddi Li At Tanshiir" (Usaha Organisasi dan Lembaga Islam di Indonesia dalam Membendung Kristenisasi).
Beliau berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji yaitu Syaikh Prof Dr Ali bin Ibrahim An-Namlah, Syaikh Prof Dr Ghozi bin Ghozi Al-Mutthoiri, dan Syaikh Dr Fuad Abduh al-Ba'daani.
Sidang disertasi yang diadakan di Aula Munaqasyah Fakultas Dakwah dan Ushuluddin ini menghasilkan nilai yang sangat memuaskan, penguji memberikannya Mumtaz 'Ala Darajah Syaraf Al Ula (Cumlaude Summa Cumlaude). Di akhir acara, pihak kampus menginginkan agar karya Ustadz Dr Syafiq Riza Hasan Basalamah MA itu diterjemahkan dan dicetak di Indonesia.
Dalam menyampaikan kajian ceramahnya, Dr Syafiq Riza Basalamah melakukannya dengan cara detail, mendalam, dengan pembahasan yang penuh dalil.
Beliau yang sering duduk di majelis Syeikh Al 'Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al 'Abbad Badr, menjadi penceramah tetap di Rodja TV dan Radio Rodja, ceramah atau kajiannya dapat dilihat di Youtube. Ustadz dengan penampilan jenggot lebat ini, memiliki ciri khas juga dengan tutup kepalanya menggunakan lilitan sorban merupakan alumni Pesantren Islam Al Irsyad Bondowoso.
Ustadz yang dikenal mudah berkenalan dengan siapa saja dan cerdas ini sekarang merupakan staf pengajar di STDI Imam Syafii, Jember.
Kakek Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah keturunan dari Yaman, Hadramaut. Sebelum 1800an leluhur kakeknya tersebut datang ke Teluk Bayur dan menikah dengan wanita Minang. Dari sana ke Jakarta, anak keturunannya dari Jakarta ada yang kesasar di Jember termasuk Ustadz Syafiq Riza Basalamah juga berdomisili di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur.