Jenazah Korban AirAsia yang Ditemukan Belum Bisa Dikirim ke Surabaya

3.322 view
Jenazah Korban AirAsia yang Ditemukan Belum Bisa Dikirim ke Surabaya
Jasad dan puing korban AirAsia. (foto: net)
SIDOARJO, datariau.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya Hernanto menyatakan cuaca buruk menghambat proses pengiriman jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah menuju Bandara Juanda Surabaya.

"Saat ini cuaca di Pangkalan Bun kurang baik sehingga proses pengiriman korban mendapatkan kendala sehingga belum bisa dikirimkan ke Surabaya," katanya di posko Crisis Centre Terminal Juanda Surabaya, Rabu (31/12/2014).

Ia mengemukakan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sekitar 18 kapal yang digunakan untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang pesawat tersebut. "Sejumlah kapal yang disiagakan tersebut di antaranya adalah KRI SSA, dan juga KRI Yos Sudarso yang sudah disiagakan di lokasi untuk melakukan proses evakuasi," katanya.

Sementara itu, Kabid Dokes Polda Jatim Kombes Pol Budiyono mengatakan setelah jenazah tersebut datang akan langsung dibawa menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan identifikasi kepada para korban.

"Polda Jatim juga menyiapkan tempat penyimpangan jenazah dan juga ruangan kepada keluarga penumpang untuk proses indentifikasi terhadap para penumpang tersebut," katanya.

Ia mengatakan, saat ini seluruh persiapan juga sudah dilakukan termasuk kesiapan ambulan yang saat ini disiagakan di gedung serbaguna untuk menyambut jenazah dan langsung di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Intinya persiapan dari Disaster Victim Identivication (DVI) sudah siap seratus persen untuk membantu proses identifikasi tersebut," katanya.

Akibat cuaca buruk ini, hingga hari ini belum ada satupun jenazah korban sampai ke Surabaya. Padahal, sebanyak 93 keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 telah menyerahkan data antemortem para korban pada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur untuk keperluan identifikasi jenazah korban.

"Dari data antemortem yang telah diserahkan pihak keluarga, beberapa masih memerlukan tambahan. Misalnya, semalam mereka lupa membawa foto korban, kita minta dilengkapi," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda Jawa Timur Kombes Pol dr. Budiyono di Crisis Center Bandara Juanda.

Kepala DVI Polda Jatim ini menjelaskan, data antemortem terkair informasi umum korban. Seperti ciri-ciri fisik, semisal tinggi dan berat badan atau tanda lahir. Selain itu, diperlukan juga sidik jari korban, sidik gigi, serta DNA.

Jika data-data antemortem tersebut telah terpenuhi, menurut Budiyono, proses identifikasi tidak akan berlangsung lama. Proses identifikasi jenazah sendiri akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sejauh ini, setelah ditemukan titik jatuhnya pesawat naas itu kemarin pagi, Selasa, tim gabungan Badan SAR Nasional dan TNI menemukan lebih 40 tubuh penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, sekitar laut Pangkalan Bun.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Manahan Simorangkir kepada AFP mengatakan, menurut radio Angkatan Laut, KRI Bung Tomo yang diterjunkan telah menemukan lebih 40 mayat dan jumlahnya bisa bertambah.

Hanya saja, ia kemudian menyatakan telah terjadi miskomunikasi dengan para stafnya. Menurut dia, jumlah penumpang yang ditemukan belum sebanyak itu.

Adapun, salah satu petugas memastikan bahwa tubuh korban yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. "Saat kita dekati, tubuh tampak membengkak," kata Letnan Satu Tri Wibowo dari pesawat Hercules seperti dilansir Tribuneindia.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bambang Soelistyo menyatakan, pihaknya sekarang berkonsentrasi di lokasi bayangan, di mana puing-puing pesawat telah ditemukan. Lokasinya terletak sekitar 160 kilometer barat daya dari Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di Pangkalan Bun, terdapat sebuah bandara dan menjadi posisi terakhir yang diketahui keberadaan pesawat sebelum hilang kontak.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memuji tim pencarian dan mengatakan tiga kapal perang sudah menuju ke lokasi. "Besok (Rabu) akan ada pencarian besar-besaran oleh kapal dan helikopter," katanya setelah terbang di atas daerah dan mengunjungi Pangkalan Bun, kemarin.

Sebelumnya, pesawat Air Asia QZ8501 dikabarkan hilang kontak usai tinggal landas dari bandara internasional Juanda Surabaya menuju ke Singapura ada Ahad 28 Desember 2014 lalu. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)