JAKARTA, datariau.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan, tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 menemukan serpihan pesawat yang mengapung di Selat Karimata, laut sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada Selasa (30/12/2014) pukul 10:05.
"Temuan dilakukan pesawat CN-295 TNI AU yang menemukan benda-benda serpihan yang mengapung," kata Bambang dalam konferensi pers di Jakarta.
Dia melanjutkan, pesawat Hercules TNI AU pada pukul 11:07, kembali menemukan lempengan logam. "Pesawat menemukan objek yang menggambarkan bayangan di dalam laut, seperti diduga bentuk pesawat," katanya.
Pada pukul 13:25, lanjut dia, dilakukan searching untuk meyakinkan semua temuan itu. Hasilnya, tim melihat benda mengapung yang diduga salah satu jasad dari penumpang. "Jasad penumpang ditemukan berikut beberapa serpihan," kata mantan Deputi VII Kemenkopolhukam tersebut.
Bambang menyatakan, pada pukul 13:50, unsur TNI AL yang diwakili KRI Bung Tomo melihat benda terapung. "Diduga adalah emergency exit, pintu dari pesawat," ujarnya.
Dia menambahkan, pukul 14:00, RIP Bung Tomo bersama helikopter Dauphin Basarnas melaksanakan searching untuk meyakinkan sekaligus mengevakuasi serpihan yang diduga pesawat. "Basarnas memastikan 95 persen lokasi yang tergambar di sini."
Benda yang menyerupai pintu darurat pesawat Air Asia QZ8501 itu dilaporkan terlihat selama pencarian pada hari ini. Benda yang diduga merupakan pintu darurat pesawat QZ8501 dan sejumlah benda lain terpantau dari udara oleh tim pencari yang berasal dari sejumlah negara.
"Kami melihat sekitar 10 benda besar dan banyak benda berwarna putih yang lebih kecil yang tidak bisa ambil gambarnya," kata pejabat Angkatan Udara Indonesia Agus Dwi Putranto dalam konferensi pers.
Tim pencarian internasional yang terdiri atas sejumlah negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, AS, Australia, hingga India terus melakukan pencarian di sejumlah tempat yang diperkirakan titik terakhir dari pesawat QZ8501 sebelum hilang kontak.
Pesawat Air Asia QZ8501 sendiri dilaporkan hilang kontak pada Ahad (28/12/2014) dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura. Pesawat ini membawa 162 orang yang mayoritas didominasi warga negara Indonesia. (rik)