Ini Kronologis Kedatangan Ketua DPRD Pekanbaru ke Polda dan Insiden Kisruh Rapat Golkar

1.438 view
Ini Kronologis Kedatangan Ketua DPRD Pekanbaru ke Polda dan Insiden Kisruh Rapat Golkar
Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sahril SH, saat di Polda Riau. (foto: riki)
PEKANBARU, datariau.com - Kabar yang beredar pada Kamis (5/2/2015) pagi bahwa Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sahril tengah berada di Mapolda Riau diperiksa atas kepemilikan senjata api dan menodong warga, ternyata kabar tersebut ditepis setelah keluarnya Politisi Partai Golkar itu dari ruang Intelkam Polda Riau.

"Jadi, tidak benar saya datang ke sini atas kepemilikan senjata api. Saya mengadukan ke pihak kepolisian bahwasanya pada saat rapat internal partai Golkar, ada gangguan dari pihak-pihak yang tidak dikenal, makanya kita meminta perlindungan," ujar Sahril kepada wartawan di Polda.

Sahril berada di ruang Intelkam sekitar tiga jam lamanya menyampaikan kronologis laporannya. Sahril sendiri melapor secara diam-diam tanpa dikawal siapapun dan bahkan berjalan kaki dari menuju Mapolda Riau yang berseberangan dengan kantornya di DPRD Kota Pekanbaru tersebut.

Selama Sahril di ruang Intelkam, wartawan pun sudah mendapat isu tidak jelas yang berkembang bahwa Sahril di ruang tersebut tengah diperiksa terkait penodongan senjata api ke seseorang saat adanya rapat di Kantor DPD Partai Golkar Pekanbaru di Jalan Parit Indah.

Sahril pun membeberkan kronologis rapat malam itu, bahwa rapat diselenggarakan pada tanggal 23 Januari 2015 malam sekitar pukul 21.00 WIB. Rapat tersebut membicarakan tentang surat yang masuk dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

"Kami di situ hanya membahas tentang surat masuk itu, artinya kami diingatkan hati-hati masuknya orang-orang yang akan mengacaukan Golkar. Artinya, kita tak boleh melakukan aktivitas dulu sebelum ada keputusan pengadilan tentang kepengurusan DPP, siapa yang diputuskan itu yang kita ikuti," ujar Sahril.

Akan tetapi, sebutnya, saat rapat tengah berlangsung di lantai II kantor DPD Golkar Pekanbaru, terdengar kegaduhan di lantai bawah. Karena sangat ribut, maka peserta rapat internal itu melihat suasana di lantai dasar. Ternyata ada sekitar 20 orang yang tidak dikenal berusaha menyerobot masuk.

"Anggota kita hanya 2 orang yang menjaga di bawah, sementara mereka ramai. Kami tanya ada apa, mereka bilang ingin mengamankan rapat. Saya jawab, tak perlu bapak amankan, ini rapat internal," kata Sahril.

Saat diberi penjelasan tersebut, karena yang ikut rapat malam itu ada kader yang juga duduk di pemerintahan yakni Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sahril SH dan anggota DPRD lainnya, maka diminta dihargai, maka 20 orang itu paham dan membubarkan diri dan mengamankan di luar kantor saja.

"Kemudian kami rapat lagi di atas, beberapa saat kemudian ribut-ribut lagi, mereka tetap ingin ikut rapat. Pak Roni (Anggota DPRD Pekanbaru dari Golkar) nelpon Kapolres, kemudian saya ngomong sama Kapolres, saya bilang maaf pak mengganggu bapak malam ini. Di rapat kami tidak aman," ujarnya.

Tidak lama setelah itu, Anggota Kapolres Pekanbaru beberapa orang turun ke Kantor DPD Golkar. "Pas personil Polresta datang, orang ini sudah hilang," tuturnya.

Disinggung mengenai aksi tembak menembak sesuai isu yang berkembang, ia menyebut hal itu tidak mungkin terjadi. "Tembak menembak saya pikir kita ini bukan militer main tembak menembak, emang siapa kita," paparnya.

Disebutkan Sahril, dirinya menanggapi persoalan ini dengan tenang dan tidak terbawa arus. Karena persoalan tersebut bisa saja dimanfaatkan orang-orang yang ingin memecah Partai Golkar. "Kita tak mau partai kita dipergunakan orang lain. Golkar kan tidak pernah melakukan anarkis, terkenal sebagai partai yang menganut santun, partai yang tua harus memperlihatkan cermin yang baik, kita tak mau ributlah," ujarnya dengan senyum.

Kader Golkar lainnya yang ikut rapat malam itu, Roni Amriel juga mengakui bahwa memang ada kedatangan 20 orang tidak dikenal berusaha masuk ikut rapat. Namun, mengenai adanya tembakan senjata api Roni mempertanyakan kepada wartawan itu isu dari siapa.

"Memang malam itu ada kedatangan 20 orang tidak dikenal, tapi kalau ada aksi keributan dan tembak-tembakan siapa bilang?" ujarnya.

Roni juga sedikit geleng kepala saat diceritakan adanya isu yang berkembang terkait pemanggilan Sahril oleh Polda. "Pemanggilan Anggota DPRD itu ada prosedurnya, tak bisa main panggil gitu saja," pungkas Roni yang membantah keras jika kedatangan Sahril di Polda dalam pemeriksaan, melainkan hanya silaturahmi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo saat dikonfirmasi wartawan juga membenarkan kedatangan Ketua DPRD Pekanbaru ke Dit Intelkam guna meminta perlindungan, bukan diperiksa.

"Pak Sahril datang untuk lakukan koordinasi, meminta perlindungan terkait internal partainya. Jadi, tidak benar kalau beliau diperiksa," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan yang menyebut Sahril diperiksa.

Ketika disinggung terkait adanya letusan senjata api yang diduga dilakukan Sahril, pada saat rapat internal partai Golkar, Guntur mengaku belum mendapat informasi tersebut dari Dit Intelkam. "Kalau soal itu, belum dapat informasinya. Kalaupun ada, nanti pasti sampai ke kita," jelasnya menutup. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)