PEKANBARU, datariau.com - Korban Demam Berdarah Dengue di Kota Pekanbaru terus berjatuhan. Menurut DPRD, kondisi ini dikarenakan Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru lamban dalam mengatasi maraknya wabah DBD. Tak hanya lamban, Diskes juga dinilai berbelit dalam menangani wabah berbahaya yang kini merebak di Pekanbaru.
Padahal dari laporan yang sudah diterima dari warganya, Hj Yurni mengetahui sudah ada 1 orang korban bernama Yelsi (5) warga RT 07 RW 06 Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, meninggal dunia akibat terkena DBD.
"Kemarin saya mendapat laporan dari warga saya, telah meninggal 1 orang anak akibat terkena DBD di Rs Awal Bros, Panam. Ini sangat kita sayangkan sekali kenapa sampai terjadi, bakan dari laporan yang saya terima ternyata masih ada warga lain yang saat ini juga dirawat di rumah sakit dan warga tersebut diduga juga terserang DBD. Kita sangat sayangkan hal ini," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Hj Yurni, baru-baru ini.
Hj Yurni juga telah melakukan koordinasi bersama Diskes Kota Pekanbaru untuk dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat DBD. Namun sayang, menurut pengakuan Yurni, Diskes Kota Pekanbaru tak tanggap dan dinilai lamban atasi masalah ini.
"Saya anggap ini kebutuhan yang mendesak, dan jangan sampai ada korban lagi, makanya saya langsung hubungi Diskes apa tindakan pencegahan yang dilakukan. Saya minta Diskes melalui Puskesmas segera memberi obat kepada masyarakat, namun alhasil apa? Harus melalui prosedur yang panjang, sementara korban udah berjatuhan sekarang. Masak alasannya harus didata dulu, dan berapa lama harus nunggu, kita mau yang sifatnya mendesak ya itu diutamakan jagan seperti sekarang," ketusnya kecewa dengan proses yang rumit.
Dikatakan Politisi PAN ini, pemerintah harus cepat bergerak tanggap dalam menangani isu yang terjadi di masyarakat, pasalnya apa? Agar masyarakat juga melihat bahwa ada respon cepat dan kepedulian dari pemerintah. Agar kebutuhan akan kesehatan masyarakat terpenuhi.
"Kita lihat siang ini, bagaimana respon Diskes setelah kita konfirmasi, apakah akan segera memberikan obat kepada masyarakat, kita lihat nanti," katanya lagi.
Selain itu, Yurni yang juga masih aktif sebagai ketua RW 07 Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan perkarangan rumah.
"Tentu kita tidak mau ada korban DBD lagi, untuk itu kita juga menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan perkarangan rumah. Gerakan 3 M untuk pencegahan dini, agar tak ada lagi korban DBD berikutnya," pungkas Yurni. (rik)