Viral Bocah SD Naik Styrofoam Seberangi Sungai di OKI Sumsel

Yoga
62 view
Viral Bocah SD Naik Styrofoam Seberangi Sungai di OKI Sumsel
Foto: bogordaily.net
Seorang bocah SD mengenakan seragam pramuka tengah menyeberangi sungai menggunakan styrofoam 

DATARIAU.COM - Video seorang bocah tengah naik kotak styrofoam (busa) menyeberangi sungai viral di media sosial baru-baru ini.

Video tersebut menjadi perbincangan publik setelah diunggah oleh akun TikTok @azzmaulana. Dengan menyertakan narasi, pengunggah menyebut bahwa bocah itu menyeberangi sungai naik busa (styrofoam) demi ke sekolah karena tidak ada akses jembatan.

Tampak bocah tersebut mengenakan seragam pramuka berada dalam kotak styrofoam menyeberangi sungai. Kedua tangannya mendayung kotak styrofoam menggunakan potongan stryrofoam lain.

"Seorang anak kecil yang mau berangkat sekolah dengan naik busa karena tidak ada akses jembatan," ucap pria yang merekam.

Dilansir dari Detik.com kejadian tersebut terjadi di Desa Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Camat Tulung Salapan membenarkan kejadian itu.

"Iya benar, informasi dari Kades di sana memang anak kecil yang naik busa di video itu warga kita. Itu kejadiannya di Desa Kuala Dua Belas dekat laut arah ke Selat Bangka," kata Jeni selaku Camat Tulung Selapan saat dikonfirmasi Detik.com.

Jeni mengatakan tidak ada akses jembatan di sungai dengan lebar sekitar 20 meter itu. Namun, menurutnya warga biasa menyeberang dengan menggunakan perahu getek.

"Memang jembatan untuk menyeberang tidak ada, tapi selama ini warga di sana sudah terbiasa sejak lama pakai perahu getek untuk menyeberangi sungai yang lebarnya 20 meter itu," ucapnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, Hartoni selaku kepala desa Dua Belas juga membenarkan terkait bocah SD yang menyeberang melewati sungai. Di desa ini terdapat dua Sekolah Dasar (SD), yaitu di Dusun Darat dan Dusun Buntuan.

Namun, menurutnya styrofoam yang digunakan siswa untuk menyeberang tersebut umumnya digunakan sebagai wadah membawa hasil tangkapan laut yang dibekukan, seperti udang dan ikan. Juga anak-anak memang terbiasa menggunakan styrofoam tersebut untuk bermain-main di sungai.

"Jadi itu bukan mau berangkat sekolah. Tapi bermain-main sepulang sekolah dan belum berganti baju. Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti di sini. Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah dan orang tuanya orang mampu, bahkan punya speedboat," terangnya. (*)

Source: Detik.com, Tribunlampung.go.id

Editor
: Kakak Indra Purnama